klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

PMII dan HMI Suarakan Kritik di DPRD Bojonegoro, Dari Reformasi Polri hingga Evaluasi Dewan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Screenshot
Screenshot

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Dua organisasi mahasiswa, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bojonegoro, menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Bojonegoro, Kamis 4 September 2025. Menariknya, keduanya menyampaikan aspirasi secara bergantian.

Aksi pertama berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB oleh PMII Bojonegoro. Setelah menyampaikan tuntutan, massa langsung membubarkan diri. Dua jam kemudian, giliran HMI Bojonegoro melanjutkan dengan agenda aksi berbeda.

PMII menuntut adanya reformasi di tubuh DPRD Bojonegoro dan seluruh partai politik. Mereka juga mendesak institusi Polri direformasi serta TNI dikembalikan ke barak.

“Kami menegaskan perlunya reformasi Polri dan pengembalian TNI ke barak,” ujar Ketua Cabang PMII Bojonegoro, Bahrul Hikam, dalam orasinya.

Dalam aksinya, massa PMII juga menggelar pembacaan Mahalul Qiyam serta menaburkan bunga setaman sebagai simbol matinya demokrasi di Indonesia.

Baca juga: Warga Kota Makin Nyaman, Pemkab Bojonegoro Pasang 150 Lampu Jalan Baru
Sementara itu, HMI Bojonegoro menekankan pada isu kesejahteraan dan integritas wakil rakyat. Mereka mendesak DPR RI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tunjangan DPR RI, DPRD provinsi hingga kabupaten, serta menuntut penegakan etika publik.

“Kami juga mendesak pemerintah menindak aparat kepolisian yang represif, sekaligus mengevaluasi kepemimpinan Polri agar pelanggaran hak demokrasi tidak terulang,” tegas koordinator aksi HMI.

Tak hanya itu, HMI turut menyoroti kasus penabrakan pengemudi ojek online (Ojol) dan meminta proses hukum dijalankan secara transparan tanpa diskriminasi. Usai aksi, massa bersama aparat dan anggota DPRD menggelar salat gaib untuk almarhum Affan Kurniawan.

Ketua DPRD Bojonegoro, Abdullah Umar, yang menemui massa aksi berjanji menindaklanjuti seluruh aspirasi. Ia menegaskan pihaknya akan segera menyampaikan hasil pertemuan itu ke DPR RI serta partai politik terkait.

“Kesepakatan ini hari ini juga akan kami kirimkan ke DPR dan partai politik. Saya pribadi meminta maaf bila kinerja kami selama ini belum maksimal. Terima kasih atas kritik yang disampaikan. Aksi seperti ini penting agar kami tidak lupa pada amanah rakyat,” tutur Abdullah Umar. (qom)

Editor :