klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Korban Pembunuhan Bukit Jamur Menangis dan Minta Ampun Sebelum Dihabisi dengan Kayu dan Batu

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Petugas kepolisin menunjuk jasad Akhmad Arinal Hakim di kubangan air Bukit Jamur beberapa waktu lalu. dok
Petugas kepolisin menunjuk jasad Akhmad Arinal Hakim di kubangan air Bukit Jamur beberapa waktu lalu. dok

KLIKJATIM.COM | Gresik -  Bocah korban pembunuhan  yang jasadnya ditemukan dikubangan Bukit Jamur sempat menangis sebelum dihabisi pelaku.  Korban juga berteriak minta ampun dan menyebut ibunya minta tolong. Fakta ini diketahui dalam rekonstruksi pembunuhan yang digelar Polres Gresik dan Kejaksaan Negeri Gresik,  Senin (9/11/2020).

[irp]

Korbannya Akhmad Arinal Hakim (14). Mayat siswa SMP kelas VIII itu ditemukan di bekas galian C Bukit Jamur, Bungah pada 30 Oktober 2020. Polisi berhasil mengungkap kasus ini dengan ditangkapnya dua pelaku pembunuhan, SA dan SI  pada Rabu (28/10/2020).

Pada reka ulang pembunuhan diketahui ada  23 adegan proses pembunuhan.  Puncaknya di  adegan 20 hingga 23. Dua pelaku memukul korban menggunakan kayu. Dilanjutkan dengan mengikat korban dengan tali.   "Pelaku  lalu mengambil  hp korban, sedangkan sarung hp disembunyikan di semak-semak tak jauh dari  tempat kejadian," kata kuasa hukum pelaku Sulton Sulaiman.

Dikatakan Sulton,  korban sempat nangis setelah dipukul kayu. Tapi pelaku tak menghiraukannya bahkan korban dipukul dengan batu. "Setelah dipukul, tersangka MSK mengatakan,Wis yo sisan dipateni ae," tambah Sulton.

Keesokan harinya, tersangka SNI pulang kembali ngernet ikut ayahnya. Sedangkan tersangka MSK mendatangi lokasi kejadian untuk menenggelamkan jasad korban agar tak muncul ke permukaan. "Biar gak kelihatan, pertama pakai kayu, gak tenggelam, MSK langsung ikut tercebur juga," papar Sulton.

Korban AH  dan kedua tersangka sebenarnya teman sekampung. Bahkan rumah orang tua mereka satu RT.  Namun soal pendidikan kedua pelaku merupakan protolan SMA, dan SMP. 

Dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Gresik AKP Bayu Febrianto Prayoga membenarkan adanya rekonstruksi tersebut. "Iya benar ada rekonstruksi tadi siang, ada 23 adegan," imbuhnya. (rtn)

Editor :