KLIKJATIM.Com | Gresik - Usaha petambak merupakan mata pencarian yang dilakukan warga di daerah Gresik utara, Hal ini membuat salah satu anggota Koramil 0817/Dukun terjun untuk melakukan budidaya Udang Vename.
[irp]
Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kodim 0817/Gresik terjun langsung dan berkontribusi dalam peningkatan ekonomi masyarakat di bantaran sungai Bengawan Solo yang melintas di wilayah Gresik utara. Seperti yang dilakukan Pelda Imam Syafi'i yang sukses membudidayakan udang vaname serta membuat benih berkualitas.
Sebagai tentara, ia tak pelit ilmu. Ia aktif menularkan cara membudidayakan udang vaname di air tawar ke masyarakat maupun petambak lain di wilayahnya. Tentara yang bertugas di Koramil 0817/Dukun ini memang sudah enam tahun ini berkecimpung di dunia budidaya udang. Selama jadi petambak, ia terus berupaya agar menghasilkan udang super nan berkualitas tinggi.
"Jadi awalnya saya berpikir, bagaimana udang vaname ini bisa bertahan di wilayah air tawar karena biasanya di air payau hal ini karena saya bertugas jadi Babinsa yang desanya dekat dengan Bengawan Solo," katanya, Selasa (3/11/2020).
Dikatakan Imam sejak tahun 2017 dirinya mencoba melakukan pembenihan agar para petani tambak bisa membididayakan udang vaname dan meningkatkan hasil panen. Lalu, ia membuat penangkaran bibit udang vanami mulai dari benur dengan salinitas 20% hingga 25% kadar garam diturunkan menjadi 0% tawar.
"Berkat usaha dan terobosan yang saya lakukan selama ini berhasil. Petambak puas dengan hasil bibit dari saya yang asalnya satu rean 10 Kg sekarang bibit dari saya meningkat satu rean bisa 15-20 Kg," Imbuhnya.
Meski wilayahnya berada di sepanjang bantaran sungai Bengawan Solo, Babinsa Desa Tiremenggal ini menuturkan jika hal itu tak menjadi persoalan untuk menjadi petani tambak yang sukses dengan omzet ratusan juta.
Imam menuturkan, agar bisa maksimal pembudidaya harus mempunyai trik agar udang bisa bertahan dan bisa dibudidayakan secara bagus, yakni dengan sentuhan teknologi. "Sebagai Babinsa melaksanakan tugas pokok sehari-hari merupakan kewajiban saya, pulang dinas ada waktu luang saya manfaatkan untuk budidaya udang," ungkapnya.
Dalam usaha budidaya udang, Pelda Imam Safi'i menjelaskan awal mula penjualan 25 rean perhari sekarang sudah 100-200 rean perhari, dengan harga rata rata saru rean Rp. 100 ribu. "Alhamdulillah berkah usaha dan terobosan saya selama ini berhasil. Dalam proses penjualan atau Packing saya merekrut tenaga kerja desa sehingga membantu perekonomian masyarakat sekitar," pungkasnya. (hen)
Editor : Redaksi