klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Peringatan Maulid Nabi di Masa Pandemi, Kehadiran Masyarakat di Gresik Dibatasi dengan Sistem Zonasi

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Panitia membagikan masker kepada jemaah dalam acara peringatan maulid nabi di Desa/Kecamatan Bungah, Gresik. (Abdul Aziz Qomar/klikjatim.com)
Panitia membagikan masker kepada jemaah dalam acara peringatan maulid nabi di Desa/Kecamatan Bungah, Gresik. (Abdul Aziz Qomar/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Umat muslim di berbagai penjuru dunia telah memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tak terkecuali mayarakat Gresik, khususnya warga di Desa/Kecamatan Bungah, juga tetap menyelenggarakan kegiatan hari besar islam dalam rangka peringatan Maulid Nabi SWA 1442 Hijriyah di masa pandemi Covid-19, Rabu (28/10/2020) malam.

[irp]

Namun ada yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dalam peringatan kali ini panitia harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19, yaitu dengan melakukan pembatasan melalui sistem zonasi.

Selain itu, panitia juga menyiapkan bilik penyemprotan disinfektan di Gapura Masjid, pembagian masker, dan penerapan jaga jarak jemaah minimal 1 meter. Bahkan waktu pelaksanaannya pun dibatasi.

"Sekarang dibatasi jamnya mas. Jema'ah yang hadir pun diberi masker dan harus jaga jarak," kata Khakim, salah satu warga yang mengikuti acara.

Senada diungkapkan oleh Rifki (30), warga lainnya. Menurut dia, panitia telah memberlakukan beberapa aturan bagi masyarakat yang datang ke Masjid maupun Musala.

"Iya benar, bagi yang datang ke Masjid harus jaga jarak dan terus memakai masker sampai acara selesai," bebernya.

Terpisah, Panitia Pelaksana, Arif Hidayatullah mengatakan, pihaknya sengaja memberlakukan sistem zonasi agar jema'ah yang hadir sesuai dengan tempat tinggalnya. Hal ini dilakukan untuk menekan terjadinya kerumunan masyarakat dengan jumlah sangat banyak.

"Untuk tahun ini kita buat serentak se-Desa Bungah dan berzonasi," tuturnya.

Menurut Arif, kebijakan ini diambil dari rapat awal di Takmir Masjid. Kemudian diteruskan dan diputuskan dalam rapat di tingkat desa.

"Ada 12 zona se-Desa Bungah yang meliputi Musala dan Masjid. Semuanya menerapkan protokol kesehatan dan pelaksanaan Maulid Nabi dilaksanakan maksimal sampai jam 10 malam," tandasnya.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gresik, Markus Firdaus mengimbau kepada masyarakat dalam melaksanakan perayaan maulid (hari lahir) Nabi Muhammad SAW, harus tetap menerapkan protokol kesehatan. "Demi kebaikan bersama agar kita semua selalu diberikan Allah kesehatan jasmani dan rohani, sehingga bisa tetap menjalankan aktivitas dan memperingati maulid Nabi dengan baik," ujarnya.

Selain itu, Markus juga mengajak masyarakat untuk dapat terus meneladani seluruh prilaku dan perkataan Nabi Muhammad SAW dalam segala aspek dan dimensi kehidupan. "Sehingga semakin menguatkan komitmen ukhuwan Islamiyah, ukhuwah basyariyah dan ukhuwah wathoniyah. Dalam rangka betul-betul mengimplementasikan islam yang rahmatan lil'alamin," serunya. (nul)

Editor :