klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Soal Pemotongan Bantuan Covid-19 TPQ, Pengurus FKPQ Bojonegoro Turun Lapangan dan Menemukan Ini

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Pengurus FKPQ Bojonegoro mengunjungi salah satu TPQ penerima bantuan Covid-19 untuk mengkroscek. (Nur Afifullah/Klikjatim.com)
Pengurus FKPQ Bojonegoro mengunjungi salah satu TPQ penerima bantuan Covid-19 untuk mengkroscek. (Nur Afifullah/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Setelah muncul keresahan soal pemotongan bantuan Covid-19 untuk TPQ, FKPQ (Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an) Bojonegoro melakukan sidak di beberapa  kecamatan. Tim FKPQ Bojonegoro menemukan pemotongan dilakukan pihak di luar organisasinya yang memang turut menjadi penyalur bantuan. Sedangkan bantuan yang melalui FKPQ dipastikan tidak ada penyelewengan.

[irp]

"Kemarin saya langsung terjun ke lapangan di 5 Kecamatan. Mulai Kepohbaru, Baureno, Kanor, Sumberejo dan Balen untuk mengecek dugaan pemotongan," ungkap Ketua FKPQ Bojonegoro, Shodiqin. Jum'at (23/10/2020)

Dia menegaskan, setelah dikroscek terkait pemotongan ataupun lainya, tidak ada yang dipotong. Kalaupun dipotong itu bukan bagian dari lembaga yang pengajuannya difasilitasi FKPQ. Karena bantuan ini lewatnya bukan dari forum ini saja, melainkan lewat pihak lain juga bisa.

Shodiqin mengatakan, untuk dugaan pemotongan di salah satu Desa di Kecamatan sumberejo tersebut pengajuannya bukan lewat FKPQ, melainkan lewat pihak lain. Karena di dalam data tidak ada. Kemungkinan itu lewat pihak lain.

Menurutnya, di Bojonegoro sendiri ada 1.871 lembaga TPA/TPQ. FKPQ Bojonegoro mengajukan 1.201 lembaga. Akan tetapi, yang diterima baru 959 lembaga. "Jadi ada 912 lembaga kemungkinan yang mendaftar lewat pihak lain," tutur Ketua FKPQ Bojonegoro kepada klikjatim.com 

Lebih lanjut, untuk lembaga yang di FKPQ, penyalurannya dipastikan sudah sesuai aturan untuk pencairan. Karena sebelumnya sudah disosialisasikan cara untuk pengunaan bantuan pencegahan dan penanggulangan Covid-19 untuk TPQ. "Yang pasti kalau ada pemotongan bukan dari pengajuan lewat FKPQ kami," imbuhnya.

Ia menambahkan, untuk nantinya sisa uang pembelian APD Covid tersebut digunakan untuk operasional jasa kebersihan lingkungan, keamanan dan biaya penyemprotan disinfektan sebagaimana jiknis pengunaan BOP Covid 19.

"Insyaallah FKPQ Bojonegoro akan kroscek di beberapa kecamatan untuk memilimalisir dan juga berikan edukasi terkait bantuan ini," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bantuan yang dalam proses pencairan tersebut dimanfaatkan oknum untuk mengondisikan masing-masing lembaga TPQ. Mereka dikondisikan untuk menyetujui “rencana pemotongan” dengan dalih dua hal. Satu, untuk pengurusan berkas dan satu lagi untuk dibelikan barang atau alat seperti kompres, thermogun, masker dan lain sebagainya. 

Nominal untuk pembelian barang di semua kecamatan sama, yakni Rp 6 juta. Sebab, nominal tersebut memang sebesar itu di juknisnya. Hanya saja tidak ada ketentuan untuk dikoordinir. Sedangkan untuk pengurusan ada yang Rp 1 juta dan ada yang Rp 2 juta. Sehingga lembaga hanya mendapatkan Rp 2-3 juta. (mkr)

Editor :