klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Waspada, Munculnya Klaster Demo Omnibus Law Minggu Depan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Dr Makhyan Jibril saat bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Shohibul anwar/klikjatim.com
Dr Makhyan Jibril saat bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Shohibul anwar/klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya -  Aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja pekan lalu,  berpotensi menjadi klaster Covid-19.  Satgas Covid-19 Jatim  saat ini tengah memantau perkembangan kasus positif covid-19 yang berasal dari kerumunan pengunjukrasa.   "Terus kita monitor, resikonya ada ketika ada kerumunan yang besar," ungkap Anggota Satgas Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril saat dikonfirmasi Klikjatim.com, Jumat (16/10/2020).

[irp]

Menurutnya, aksi demo yang digelar oleh para serikat buruh, mahasiswa dan aktivis dari berbagai elemen pada Kamis (8/10/2020) lalu tersebut sangat beresiko terjadi penularan. Apalagi, ditambah dengan kerumunan yang sangat besar. Mmang saat ini belum tampak adanya kenaikan angka positif covid-19 yang signifikan di Jatim. 

Sebab masa inkubasi virus yakni selama 7 sampai 14 hari. "Bisa jadi mungkin baru tampak seminggu lagi," jelasnya.

Jibril juga memastikan, jika massa yang sudah terjaring petugas saat aksi demonstrasi tersebut telah dilakukan rapid test dan swab test. Sebab, sebagian besar yang mengikuti rapid dan swab test tersebut merupakan dari kalangan muda.Hasilnya, ditemukan sebanyak 24 reaktif dan 1 demonstran dinyatakan positif.

"Ada 650 demonstran yang di rapid, 24 reaktif dan hanya 1 yang swabnya positif, dia langsung di isolasi dan di tracing kontak erat," paparnya.

Kondisi saat ini masih ada potensi lonjakan kasus positif.  Bahkan ada beberapa epidemiolog juga menyarankan pasca demo sementara isolasi mandiri dulu 14 hari.  "Ada potensi penularan jadi OTG, yang akan berbahaya kalau kontak ke orang tua atau orang dengan komorbid," pungkasnya.(rtn)

Editor :