klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Temukan Formula Bius Ikan Berbahan Kecubung, Lima Siswa MAN 1 Gresik Juara Internasional Invention Festival

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Siswa MAN 1 Gresik saat melakukan eksperimen penemuan obat bius ikan. IST
Siswa MAN 1 Gresik saat melakukan eksperimen penemuan obat bius ikan. IST

KLIKJATIM.Com | Gresik  -  Pandemi Covid-19 memaksa siswa belajar jarak jauh (daring). Namun tak menghalangi lima siswa MAN 1 Gresik ini mengukir prestasi.  Ibrahim Al Khowwas, Maya Hafshoh, Siti Fathimatuz, Agika Putri, dan Febi Auliyah berhasil menciptakan formula bius ikan berbahan kecubung. Formula ini pun menjuarai Internasional Invention Festival.

[irp]

Para siswa ini berasal dari elas X, XI, dan XII. Penemuan dilatarbelakangi melimpahnya tanaman kecubung dan persoalan matinya benih ikan lantaran stres pada waktu proses pengiriman.

"Disitulah kami memikirkan bagaimana buah kecubung bisa bermanfaat. Ternyata bisa digunakan untuk obat anestesi ikan,” ujar salah satu siswa yang berprestasi Khowwas, Sabtu (11/10/2020).

Khowas menceritakan, cara membuat obat bius ikan dari buah kecubung cukup mudah. Buah kecubung dikupas dan diambil bijinya. Kemudian dicampur dengan alkohol 70 persen. Diaduk sekitar 30 menit, lalu didiamkan selama dua hari.

"Setelah itu baru bisa digunakan," imbuhnya dengan rasa gembira.

Bahkan, dia bersama keempat siswa mempraktekan langsung temuan itu. Menggunakan 2 ml bius dari kecubung lalu dituangkan ke dalam air 250 ml.

Kemudian ikan dimasukan. Tak butuh waktu lama, ikan tertidur sekitar 20 menit. "Kerjanya 20 menit. Setelah itu ikan kembali sehat," ungkapnya.

Menurutnya, obat bius ikan ini akan dibutuhkan oleh petani tambak hingga pengusaha rumah makan ikan segar. Saat ini sering kali pengiriman bibit ikan belum efektif.

"Banyak bibit ikan yang mati saat pengiriman karena stres. Kalau pakai bius ini, ikannya pingsan. Dan bisa meminimalisir angka kematian bibit saat dikirim ke tambak," jelasnya.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Gresik, Masfuah mengapresiasi penemuan anak didiknya. Bahkan, dia baru mengetahui setelah kelima siswanya menjadi juara.

"Di tengah keterbatasan pembelajaran, para siswa tetap berinovasi," ungkapnya dengan rasa bangga.

Pihaknya berharap temuan ini bisa dikembangkan ke skala yang lebih besar. Sehingga bisa bermanfaat bagi petani tambak dan pengusaha ikan yang lain.

"Semoga bisa dikembangkan untuk ikan besar. Karena rumah makan itu banyak yang butuh ikan segar dalam keadaan hidup," pungkasnya. (rtn)

Editor :