klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Hasil Pekerjaan Proyek Jembatan Bojonegoro-Blora Ditemukan ‘Nyolong’ Ukuran

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Tampak beberapa anggota Komisi D DPRD Bojonegoro saat melakukan sidak ke lokasi proyek jembatan penghubung Bojonegoro dan Blora, Jawa Tengah. (M Nur Afifullah/klikjatim.com)
Tampak beberapa anggota Komisi D DPRD Bojonegoro saat melakukan sidak ke lokasi proyek jembatan penghubung Bojonegoro dan Blora, Jawa Tengah. (M Nur Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Kedatangan anggota Komisi D DPRD Bojonegoro ke lokasi proyek jembatan di Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho dibuat geleng-geleng kepala setelah melihat hasil pekerjaan di lapangan. Sebab dari hasil pengamatannya dalam agenda inspeksi mendadak (sidak) tersebut ditemukan ada dugaan ‘nyolong’ volume atau ukuran.

[irp]

"Iya, kemarin saya sidak bareng komisi D menemukan ada (pekerjaan) yang tidak sesuai," ungkap Anggota Komisi D DPRD Bojonegoro, Suyono kepada klikjatim.com pada Rabu (30/9/2020).

Dijelaskan, hasil pekerjaan proyek jembatan yang menghubungkan antara Bojonegoro dengan Medalem, Blora, Jawa Tengah itu diduga ada beberapa konstruksi tidak sesuai Rencana Anggaran dan Biaya (RAB). Salah satu contohnya pada jarak pembesian untuk kerangka cor beton. Harusnya jarak pembesian ini 20 centimeter, namun dari hasil temuan di lapangan rata-rata 25 centimeter.

Tidak hanya itu saja. Pihaknya juga menemukan terkait ketebalan cor beton TPT sayap jembatan yang terlihat. Lanjut Suyono, saat dilakukan pengukuran tidak sesuai dengan perencanaan.

"Mestinya sesuai RAB ketebalan cor beton pondasi TPT sayap jembatan 75 centimeter, lha ini kok hanya 45 centimeter. Ini salah meteran atau pengelihatan saya,” tandas politisi NasDem.

Lebih lanjut, dengan adanya beberapa temuan itu sepertinya tidak mungkin untuk dilakukan pembongkaran. Tapi diharapkan konsultan pengawas dalam hitungan opname nanti, Pemerintah Daerah (Pemda) Bojonegoro hanya perlu membayar 65% saja. Kemudian untuk pemasangan berikutnya harus sesuai dengan standar teknis.

Selanjutnya ditambahkan oleh Suyono, bahwa cor beton underpass (terowongan) yang ada di sisi jembatan juga terlihat sudah retak dan ditambal. "Underpass ini harus dibongkar, masak belum apa-apa sudah pecah semua, bahaya ini," imbunya.

Perlu diketahui terkait pembangunan proyek jembatan penghubung antara Bojonegoro, Jawa Timur dengan Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini dimulai per tanggal 1 Juli 2020. Untuk total pembiayaan yang dianggarkan dari APBD Bojonegoro mencapai Rp 92 Miliar lebih. (nul)

Editor :