klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Risma Minta Para Ketua RT Perketat Wilayahnya dari Pendatang atau Tamu Luar Daerah

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Walikota Surabaya Tri Rismaharini
Walikota Surabaya Tri Rismaharini

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Walikota Surabaya, Tri Rismaharini minta RT RW perketat kawasan perkampungan masing - masing. Garda terdepan ini juga harus memastikan warga dari luar kampung tersebut negatif Covid-19 sebelum menginap dalam waktu minimal 3 hari.

[irp]

Hal itu disampaikan dalam Surat Edaran bernomor 443/8511/436.8.4/2020 yang dikeluarkan, Senin (21/9/2020). Dimana pada intinya, bagi warga yang akan masuk ke Surabaya harus dipastikan negatif Covid-19.

"Per tanggal 21 September Pemkot Surabaya mengeluarkan surat edaran terkait upaya memutus mata rantai Covid-19," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara.

Dalam surat tersebut dijelaskan, pendatang atau tamu dari luar kota harus menunjukan hasil  test atau PCR/Swab negatif sebelum tinggal lebih dari tiga hari. Jika belum mempunyai, diminta untuk memeriksakan diri di Labkesda yang terletak di Jalan Gayungsari Barat No 124 Surabaya dengan biaya Rp 125.000 per orang.

Sementara bagi warga asli Surabaya yang dari luar kota, Ketika akan pulang agar menunjukkan hasil Rapid test-PCR/Swab negatif. Jika belum mempunyai, diminta agar melaksanakan pemeriksaan di Puskesmas terdekat maupun di Labkesda dengan biaya gratis dengan hanya menunjukan KTP.

Febri juga mengatakan, jika nanti didapati hasil positif dari pemeriksaan tersebut, maka akan diarahkan untuk melakukan isolasi sebagaimana yang ada di surat edaran tersebut.

Jika itu warga Surabaya maka bisa di Asrama Haji Surabaya yang dikelola Pemkot Surabaya. Sementara warga dari luar kota jika kedapatan positif, maka akan diarahkan ke Rumah Sakit Lapangan.

Ketentuan tersebut membutuhkan peran serta RT/RW di masing-masing kampung. Apalagi, sudah ada kampung tangguh yang tersebar di Surabaya.

"Jadi para RT/RW kami berikan itu untuk memperkuat kampung tangguh untuk bisa mengecek," ungkap Febriadhitya Prajatara. (bro)

Editor :