klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Ini Pengakuan Korban Dukun Cabul, Seperti Dihipnotis Ada yang 'Disuntik' hingga Empat Kali

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Ilustrasi. Istimewa
Ilustrasi. Istimewa

KLIKJATIM.Com | Gresik – Satu per satu korban dukun cabul di Kabupaten Gresik buka suara. Salah satu korbannya AJ (37), istrinya disetubuhi sebanyak empat kali. Dukun yang berinisial IAK dikenal sebagai ustad itu berdalih persetubuhan bagian dari terapi pengobatan.

[irp]

Menurut AJ, pelaku ini menggunakan dalil agama untuk melakukan pendekatan kepada keluarga korban. Kemudian meyakinkan calon korbannya jika memiliki kemampuan terapi pengobatan. Saat itu AJ pun percaya. Apalagi AJ dan pelaku bersama suami korban lainnya yang berasal dari Gresik ini tegabung dalam satu komunitas pengajian. Hal ini membuatnya semakin yakin dengan perkataan pelaku.

Kenyataanya hanya akal bulus sang dukun. IAK malah melakukan aksi bejat dengan meniduri istri AJ di dalam kamar. Kemudian di dalam ruangan pengobatan yang berada di Surabaya. Total sudah empat kali IAK meniduri istri AJ. “Jadi tangan istri saya itu dipegang, kemudian jidatnya ditepuk sekali langsung nurut,” papar AJ.

Para korban telah melaporkan kasus ini ke Polda Jatim pada Sabtu (5/09/20). Kemudian berkas kasus ini dilimpahkan ke Polres Gresik. Setidaknya saat ini ada 7 korban yang melapor. Semenjak kasus ini ditangani polisi keberadaan IAK tidak diketahui. AJ menyngkan IAK telah kabur. IAK sudah susah dihubungi. Nomor teleponnya sudah tidak aktif.

Pelaku berusia 50 tahun ini menjadi sasaran amukan para suami korban. “Dia sudah tidak bisa dihubungi lagi, korban-korban sudah berani ngomong sekarang. Sepertinya kabur itu dukun,” ujar AJ.

IAK memiliki tiga alamat, pertama di kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik kemudian di Kapasan, Kota Surabaya dan Malang. Meski sulit dihubungi, tetapi IAK masih aktif di media sosial facebook.

“Status yang dibuat di facebook itu menyindir kami,” pungkas AJ.Sementara itu, proses penyelidikan kasus dukun cabul telah ditangani oleh Satreskrim Polres Gresik. Korps Bhayangkara telah melakukan pemeriksaan.

Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Bayu Febrianto Prayoga mengaku telah menerima pelimpahan berkas dari Polda Jawa Timur . Pihaknya kini langsung tancap gas memanggil sejumlah korban. “Masih dalam penyelidikan, yang jelas kami sudah meminta keterangan dari para korbannya, beserta riksa saksi-saksi,” tutupnya.(rtn)

Editor :