KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Diduga karena kelalainnya saat mandi di sungai, nyawa Khafid Khoirunizam melayang. Pelajar SMP asal Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo tewas tenggelam di Sungai Galok, Sampung. Korban tenggelam karena tidak bisa berenang namun nekat mandi di sungai berkedalaman 4 meter.
[irp]
Kapolsek Sampung Iptu Marsono menyebutkan, sore itu, Khafid dan empat temannya janjian bertemu di seputaran Sungai Galok. Mereka berlima berniat mandi di sungai itu. Padahal, sungai yang mengalir di Desa/Kecamatan Sampung itu cukup dalam. ‘’Kedalamannya sekitar lima meter,’’ sebut Marsono.
Baru saja menceburkan diri, Khafid langsung berteriak minta tolong. Marsono menyebut, tiga dari lima remaja itu bisa berenang. Namun, tak mampu menyelamatkan Khafid. Keempat remaja lantas melapor ke warga. Polisi dan petugas badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) datang tak lama kemudian.
Petugas BPBD yang berupaya mengevakuasi terkendala pencahayaan yang minim. Lokasi sangat gelap. Terlebih, kedalaman sungai mencapai empat meter. Sekitar pukul 21.00, Khafid ditemukan sudah tak bernyawa.
"Petugas bersama warga butuh waktu empat jam untuk mengevakuasi jasad remaja asal Desa/Kecamatan Sukorejo itu. ’Baru berhasil dievakuasi sekitar pukul 21.00,’’ kata Kapolsek Sampung Iptu Marsono. (hen)
Editor : Redaksi