klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Wes Angel Angel Tuturanmu... Kerumunan Massa Padati Alun-alun Baru Kota Surabaya Abaikan Physical dan Social Distancing

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Massa pengunjung Alun-alun Baru Surabaya tampak memadati kawasan Jl Gubernur Soerjo untuk melihat pertunjukan seni tanpa mengindahkan physical distancing.
Massa pengunjung Alun-alun Baru Surabaya tampak memadati kawasan Jl Gubernur Soerjo untuk melihat pertunjukan seni tanpa mengindahkan physical distancing.

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Entah apa yang dipikirkan Pemerintah Kota Surabaya dengan meresmikan Alun-alun Kota Surabaya yang menempati lahan di bekas Balai Pemuda Jl Pemuda Surabaya. Apalagi usai peresmian dilanjutkan dengan pentas kesenian dan diumumkan ke publik. Hasilnya, ribuan orang memadati destinasi wisata tersebut tanpa memperhatikan soscial distancing dan physical distancing.

[irp]

Sejumlah warga kota Surabaya melalui akun facebook radio swasta Surabaya mencibir tindakan anak buah Wali Kota Tri Rismaharini yang bertolakbelakang dengan kebijakan Risma saat bersimpuh bersujud di depan para dokter IDI Jawa Timur. Mereka mempertanyakan komitmen wali kota yang berjuang menurunkan penyebaran Covid dan menurunkan zona penyebaran.

"Angel temen tuturanmu, angeeellll temen tuturanmuuuuuuu. Wargane dikongkon nurut, tapi pemerintah'e sak karepe dewe gawe acara ngumpulno massa. Ngene iki wani ta polisi mbubarno," ujar akun Pardi.

"Acara lomba tujuhbelasan dilarang, tirakatakan dilarang, konser dilarang.... lha iki gawe acara sak enake udele dewe tanpa melihat potensi bahaya dengan kerumunan massa," kata akun Sutikno.

"Lek warkop ae dituturi sing jam malam lah, diobrak lah, jaga jarak lah, ben gak kenek korona, lah lek nang alun alun jenenge makrona, makroni, mikrona. Pfffttt," kata akun ayah'e bilal

"Ayoo, semua yang datang kruntelan baik yang bisa masuk maupun cangkrukan di luar di Rapid Test kabeh, sekalian di Tracing keluarga sak tonggo se-RW, anggarane lumayan," kata akun Temmy Wijaya.

[irp]

Setelah diresmikan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Hari Kemerdekaan RI, Plaza Alun-alun Suroboyo seakan menjadi magnet baru bagi warga. Warga yang penasaran berduyun-duyun datang. Banyak dari mereka juga datang karena ingin menonton pertunjukan seni budaya. Seperti Reog, jaranan, seni musik serta wayang.

Pertunjukan seni budaya di Alun-Alun Surabaya hari kedua, Kamis (20/8/2020) tetap berlangsung hingga malam. Tapi, pengunjung yang masuk dibatasi 160 orang. Sehingga banyak pengunjung yang hanya berlalu lalang dan bergerombol di depan gerbang ticketing sisi jalan Yos Sudarso, dan di depan gerbang utama di Jalan Gubernur Suryo.

Atas kejadian ini, Pemerintah Kota Surabaya melalui Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 yang juga Kepala BPB Linmas Kota Surabaya Irvan Widyanto, meminta maaf kepada masyarakat yang belum terfasilitasi melihat langsung Alun-alun Suroboyo.

"Pertama-tama kami mohon maaf ya, kepada warga yang mungkin belum berkesempatan untuk bisa melihat alun-alun. Terima kasih antusiasnya. Tapi kami yakinkan bahwa mungkin bisa diganti hari ya, kalau hari ini belum bisa hari besok dan seterusnya," kata Irvan kepada Jumat (21/8/2020).

Selanjutnya, Irvan juga meminta masyarakat tidak menimbulkan kerumunan saat di Alun-alun Suroboyo. "Justru karena mereka tidak bisa masuk tapi tambah berkerumun di pedestrian. Sebetulnya saya yakin semua akan mendapatkan kesempatan itu, karena kapasitas alun-alun sendiri selama pandemi ini, hanya cukup untuk 200 orang," terang Irvan.

Pihaknya sudah melakukan pembatasan pengunjung selama pandemi ini. Yakni hanya 40 persen dari total kapasitas Alun-alun Suroboyo. "Yang barat, venue utama itu 140, kalau yang di sisi barat itu hanya 60 orang. Berarti sekitar 200 orang," kata Irvan. (hen)

Editor :