klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

HUT Bank Jatim Ke-59, Targetkan Bisa Bertransformasi ke Arah Digital

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman menerima potongan tumpeng dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa dalam resepsi HUT Bank Jatim di Surabaya, Selasa (18/8/2020).
Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman menerima potongan tumpeng dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa dalam resepsi HUT Bank Jatim di Surabaya, Selasa (18/8/2020).

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Dalam ulang tahunnya ke-59, Bank Jatim terus berbenah diri dan menjawab tantangan di sektor perbankan masa depan. Salahsatunya dengan bertranformasi ke arah digital serta bersinergi dengan kompetitor maupun finacial techonolgu (Fintech).

[irp]

Hal itu disampaikan Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman dalam resepsi HUT Bank Jatim yang dihadiri Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawangsa di Surabaya, Selasa (18/8/2020). Ikut hadir Komisaris Utama Bank Jatim Akhmad Sukardi beserta jajarannya, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Heru Tjahjono, Pimpinan Bank Indonesia Regional Jatim, Pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4, dan juga para pimpinan cabang yang mengikuti secara daring.

Lebih lanjut Busrul menambahkan, setiap era memiliki tantangannya sendiri, begitu juga bagi sektor perbankan saat ini dituntut untuk melakukan cara dan metode pelayanan yang kekinian dengan prospek ke depan.

“Ke depan, berbagai aspek kehidupan itu akan berbasis digital. Mau tidak mau Bank Jatim harus bertranformasi seperti bersinergi dengan kompetitor maupun financial technology (fintech), jadi kita harus bertransformasi ke arah digital, yang kekinian,” jelasnya.

Dikatakan, Bank Jatim sendiri sudah bersinergi dengan beberapa fintech, serta memperkuat jaringan bisnis serta fitur-fitur produk yang berbasis digital. Bahkan sejauh ini sudah tampak ada peningkatan penggunaan layanan digital dibandingkan datang langsung ke kantor dengan layanan tatap muka.

Sejumlah layanan digital yang menjadi unggulan di antaranya adalah e-channel, m-banking, internet banking, Jatimcode, hingga yang terbaru e-form untuk pengajuan kredit nasabah secara daring dan kredit multiguna elektronik (e-kmg) bagi ASN dan pensiunan.

[irp]

Menurutnya, kondisi pandemi seperti saat ini bukan menjadi alasan perseroan untuk putus asa. Sebagai bank daerah yang punya visi misi menjadi bank BPD nomor 1 di Indonesia, Bank Jatim perlu mengakselerasi bisnis secara kuantitas dan kualitas. “Untuk itu, pandemi ini sebetulnya adalah kesempatan kita untuk konsolidasi ke dalam, membenahi policy dan human capital, dan upaya-upaya kebijakan efisiensi serta pengembangan teknologi. Saya optimistis sekali soal ini,” ujar dia.

Dirut Bank Jatim ini tidak menampik Bank Jatim tetap melakukan koreksi rencana bisnis bank (RBB) tahun ini sebagai dampak pandemi. Target pencapaian aset tahun ini pun diperkirakan turun 1 - 2 persen, sedangkan kinerja kredit yang awalnya ditargetkan tumbuh 14 persen, tetapi dikoreksi tumbuh hanya 6 – 8 persen.

“Sementara kinerja Dana Pihak Ketiga (DPK) yang sebelumnya diprediksi double digit, nanti perkiraan tumbuh sekitar 4 – 6 persen, begitu juga dengan kinerja laba juga ada koreksi,” imbuhnya.

Disebutkan, Bank Jatim sebagai bank daerah juga berkomitmen menjadi bank yang bisa menggerakkan perekonomian daerah, salah satunya adalah melalui penyaluran kredit UMKM yang saat ini kontribusinya masih sekitar 10 persen dari total kinerja kredit.

“Potensi Jatim dari sisi pelaku UMKM sangat besar, artinya kita sebagai bank daerah punya peluang sehingga kami punya konsep untuk memperbanyak kontribusi UMKM paling tidak bisa 20 persen,” ujarnya.

Bank Jatim, katanya, telah memetakan potensi UMKM yang bisa memanfaatkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari pemerintah pusat sebesar Rp2 triliun. Nantinya pemanfaatan ‘dana titipan’ ini akan terbagi menjadi 2 pola penyaluran yakni secara direct loan dan step loan. (hen)

Editor :