KLIKJATIM.Com | Malang - Setelah anggaran dikepras dari Rp 9,87 miliar menjadi Rp 2,9 miliar karena pandemi Covid-19, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang akan mengajukan anggaran kembali. Pengajuan anggaran dilakukan melalui Pengajuan Anggaran Kembali (PAK) APBD Kabupaten Malang.
[irp]
Ketua KONI Kabupaten Malang, Rosyidin menjelaskan, anggaran yang sudah ditetapkan dalam APBD 2020 sebesar Rp 9,87 miliar tidak bisa digunakan sepenuhnya. Sebab, anggaran tersebut separo lebih tersedot untuk biaya penanganan Covid-19.
"Harusnya memang KONI menerima anggaran sebesar Rp 9,87 milyar. Namun ditengah pandemi Covid-19, anggaran tersebut dipergunakan untuk penanganan dan percepatan pencegahan wabah Covid-19. Sehingga, KONI hanya memperoleh sisa anggaran Rp 2,9 milyar," kata Rosyidin.
Dikatakan untuk membina olah raga di Kabupaten Malang, pihaknya sudah mengajukan dan mengusulkan anggaran pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK-red) sebesar Rp 10 miliar. Sementara untuk dana hibah KONI di tahun 2021 nanti sebesar Rp 20 milyar. "Kami berharap dana hibah itu bisa terealisasi. Sehingga seluruh aspek pembinaan cabor bisa maksimal dan mendulang banyak prestasi,” ujar dia.
Rosydin berharap, usai pengukuhan dan pelantikan Pengurus KONI Masa Bhakti 2020-2024, bisa bekerja maksimal. KONI juga menargetkan dalam capaian Porprov 2021 nanti, kontingen Kabupaten Malang bisa masuk 3 besar.
[irp]
“Target kami di Porprov nanti bisa masuk tiga besar. Pak Bupati tadi juga ingin kalau bisa jadi juara umum. Kira amini saja, kita optimis dan mampu,” tegas Rosydin usai pelantikan pengurus KONI di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Malang, Minggu (2/8/2020)
Ditahun ini, tambah Rosydin, sejumlah cabang olahraga seperti kempo, senam, gulat, panahan dan silat sudah kembali berlatih. Ia optimis seluruh cabor, mampu melahirkan atlet berprestasi baik tingkat nasional hingga internasional. (hen)
Editor : Redaksi