klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tak Ada Sinyal, SDN Gunugsari Kota Batu Gelar Belajar Tatap Muka

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Suasana kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di SDN Gunungsari 04 Kota Batu menerapkan protokol kesehatan.
Suasana kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di SDN Gunungsari 04 Kota Batu menerapkan protokol kesehatan.

KLIKJATIM.Com | Batu - Kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap muka digelar oleh guru SDN Gunungsari 04 Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Langkah ini ditempuh karena jaringan internet di sekitar Desa Gunungsari, tidak bagus. Sehingga, kondisi ini memaksa mereka menggelar KBM melalui tatap muka dengan siswanya sejak Juli ini.

[irp]

Kepala SDN Gunungsari 04, Indaryanto menjelaskan, sejak awal pihaknya ingin melaksanakan KBM secara dalam jaringan (daring) atau online. Namun itu tidak bisa dilakukan karena tidak ada jaringan internet di desanya. Sehingga ketika sekolah lain menggelar KBM daring, pihaknya masih meliburkan siswa.

Sulitnya jaringan internet ini, kata Indaryanto, juga dirasakan oleh para siswa dan orang tua. "Jangankan sinyal internet, sinyal televisi saja tidak bisa diterima di dusun ini," ujar Kepala SDN Gunungsari 04.

DIkatakan, SDN Gunungsari 04 berada di Dusun Brau yang merupakan perkampungan di Desa Gunungsari Kota Batu. Dusun ini memiliki keunikan topografi dibanding dusun lainnya, karena berada di sebuah lembah di kawasan pegunungan Kota Batu. Sehingga dusun ini kesulitan mendapatkan sinyal internet sehingga sekolah yang ada tidak bisa melaksanakan KBM dengan sistem daring atau online.

"Karena tidak bisa menggelar KBM daring, maka kami memutuskan tetap menyelenggarakan KBM tatap muka di sekolah," jelas Indaryanto.

Disebutkan, meski tatap muka, tidak banyak murid yang bersekolah di SDN Gunungsari 04. Dari semua kelas yang ada, mulai kelas 1 sampai kelas 6, hanya ada 44 siswa saja. "Untuk kelas 1 kita memiliki 9 siswa, kelas 2 ada 7 siswa, kelas 3 ada 7 siswa, kelas 4 ada 8 siswa, kelas 5 ada 8 siswa, dan kelas 6 hanya ada 5 siswa," jelas Indaryanto seperti dilansir bangsaonline.

[irp]

Adapun keputusan untuk kembali menggelar KBM tatap muka ini juga mempertimbangkan keluhan dan permintaan dari komite sekolah. Karena anak- anaknya terlalu lama libur dan selama lebih dari 4 bulan tidak memiliki kegiatan sama sekali.

"Ketika berada di rumah, anak-anak ini juga tidak ada yang memantau dan mengawasi. Karena kebanyakan orang tua mereka bekerja sebagai peternak, buruh tani, dan kuli. Karenanya, daripada berada sendiri di rumah, akhirnya komite meminta agar sekolah dibuka lagi," tambah Indaryanto.

Ia pun segera melaporkan permintaan komite ini kepada Pengawas di Dindiknas Kota Batu. Setelah mendapatkan izin, akhirnya pada bulan Juli ini SDN Gunungsari 04 memulai KBM tatap muka. Dalam pelaksanaannya, setiap kelas mendapatkan jatah KBM dua hari sekali. Untuk kelas 1 dan 2 mendapatkan giliran hari Senin dan Kamis, kelas 3 dan 4 hari Selasa dan Jumat, dan kelas 5 dan 6 hari Rabu dan Sabtu. Selain itu durasi KBM juga dipangkas sebanyak 1,5 jam setiap harinya.

Selama KBM, anak didik maupun guru juga menerapkan protokol kesehatan. Mulai penggunaan masker, hand sanitizer, pengukuran suhu tubuh, cuci tangan, dan jaga jarak. "Selain itu setiap harinya kita juga menyediakan jam istirahat yang digunakan untuk berolah raga sambil berjemur, serta makan bersama dari bekal yang dibawa dari rumah," ujar guru kelas 3, Anggun Widyanto. (hen)

Editor :