KLIKJATIM.Com | Bojonegoro—Setelah 55 pekerja minyak dan gas (migas) di Lapangan Gas Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (J-TB) positif terpapar covid-19, warga sekitar lokasi pengeboran mulai gusar. Warga di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro bahkan menggelar aksi demonstrasi meminta agar aktifitas di J-TB dihentikan, alias lockdown.
Warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Banyuurip-Jambaran itu Selasa (21/7/2020) mendatangi lokasi proyek J-TB. Mereka membentangkan spanduk bernada protes di depan lokasi proyek. Di antara spanduk yang dipasang di depan lokasi proyek J-TB yakni, ‘Ibu Bupati JTB harus di-lockdown’, juga ‘Asing oleh roti, lokal bagian corona’.
[irp]
"Kita memang bukan ahlinya terkait Covid-19 ini, tetapi paling tidak kita bisa mengetahui dan mengantisipasinya, agar masyarakat bisa hidup aman, nyaman dan tentram," kata koordinator warga saat menggelar aksi, Edy Majnun.
Edy meminta perusahaan bersikap tegas setelah ada pekerja migas di Lapangan Gas J-TB positif terpapar covid-19. Selain menyarankan untuk lockdown, lanjut Edy, warga juga meminta agar seluruh pekerja migas di rapid tes.
“Perusahaan di proyek gas J-TB harus tanggung jawab untuk melakukan peningkatan rapid test, dan mengkarantina tenaga kerja luar daerah. Dan harus lockdown,” tegas Edy.
[caption id="attachment_27532" align="aligncenter" width="691"]
Warga sekitar lokasi proyek Lapangan J-TB menggelar aksi demonstrasi meminta J-TB lockdown. (ist)[/caption]
Ternyata bukan hanya warga di Kecamatan Ngasem yang khawatir terpapar setelah 56 pekerja migas JTB dinyatakan positif covid-19. Musthofa warga di Kecamatan Gayam juga mengkhawatirkan persebaran yang semakin meluas jika tidak segera disikapi perusahaan.
“Penyebaran Covid-19 di lokasi proyek JTB yang mencapai 56 orang itu, bukti bahwa ada ketidakwaspadaan pengelola proyek, melihat masih banyak dan bebasnya keluar masuk tanpa laporan terperinci,” kata Musthofa.
Diketahui, sebagaian pekerja migas yang positif itu ada yang tinggal di lingkungan warga. Untuk itu, Musthofa menilai warga sekitar proyek lapangan J-TB sangat rentan tertular.
[irp]
“Siapa yang harus menjawab ini dan siapa yang bisa memastikan ini tidak sampai kepada para penduduk di sekitar proyek,” ujarnya.
Pemkab Bojonegoro juga telah mendengar kabar protes warga kepada pengelola Lapangan Proyek Gas J-TB. Hingga saat ini Pemkab Bojonegoro belum mengambil keputusan setelah adanya pekerja migas yang positif tinggal di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem.
“Kami sudah melakukan tracing kepada warga sekitar,” kata Kabag Humas Pemkab Bojonegoro, Masirin, Rabu (22/7/2020). (mkr)
Editor : M Nur Afifullah