klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Warganya Mampu Pindahkan Rumah dalam Semalam, Bupati Ngawi : Ini Jalan Tuhan Menolong Umatnya

avatar Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Bupati Ngawi Budi Sulistyono disela-sela kunjungannya ke rumah Giman. ist/dtc
Bupati Ngawi Budi Sulistyono disela-sela kunjungannya ke rumah Giman. ist/dtc

KLIKJATIM.Com I Ngawi - Heboh ada warganya memiliki kemampuan ala legenda Bandung Bondowoso, membuat Bupati Ngawi Budi Sulistyono penasaran.

Buktinya, Budi didampingi sejumlah staf dan jajaran Muspika mendatangi Giman, warga Desa Mengger, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi yang mampu memindahkan rumahnya dalam sekejab seorang diri.

Usai menemui Giman, Budi mengatakan kejadian ini terjadi atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.

"Jadi menurut logika saya, kejadian ini karena kekuasaan daripada Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan bisa membuat apa saja bisa terjadi," kata Bupati Ngawi yang akrab disapa Kanang di rumah Giman (47), Jumat (10/7/2020).

Menurut Kanang, peristiwa yang dilalui atau dialami Giman patut untuk disyukuri. Kejadian tersebut merupakan jalan dari Tuhan untuk menolong umatnya yang tidak mampu.

"Jadi menurut runtunnya cerita tetangga, itu memang tidak masuk akal. Jadi ini kejadian betul dan itu terjadi. Disyukuri saja. Jalan Allah itu menolong bagi yang tidak mampu itu, bisa dengan apa saja," paparnya.

Sebelumnya warga telah digegerkan, dengan Giman yang memindah rumahnya sendirian dalam satu malam. Beredar kabar bahwa warga tersebut memindah rumah itu dibantu jin.

Kisah mistis ini pun viral di media sosial Instagram. Akun IG yang mengunggah video tentang rumah dipindah jin itu adalah @manaberita. Video ini diberi judul “Kejadian Mistis Gegerkan Warga Desa Mengger, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Kejadian ini menyerupai legenda Roro Jonggrang yang meminta dibangunkan candi oleh Bandung Bondowoso dalam satu malam.

Kisah mistis yang menjadi viral ini menarik perhatian warga Ngawi. Pada Kamis (9/7/2020) siang, rumah Giman ramai dikunjungi warga.

Tetangga Giman bernama Suharto, mengatakan rumah Giman ini bergeser dalam semalam. Namun, ia tidak mengetahui pasti kapan rumah itu bergeser.

“Tiba-tiba rumahnya naik. Saya yang rumahnya deket saja tidak dengar rumah ini digeser,” kata dia kepada wartawan.Suharto dan warga setempat meyakini, rumah tersebut dipindah seorang diri oleh Giman dibantu jin Sebab, tidak ada satu pun tetangga atau warga desa yang diajak memindah rumah tersebut.Warga lain, Sugeng (45) mengaku baru mengetahui rumah Giman dipindah beberapa hari lalu.

Dia pun meyakini bahwa Giman dibantu kekuatan gaib saat mengangkat rumah sebesar itu."Saya ya kaget karena sebelumnya tidak ada perubahan. Ini tahu-tahu kok sudah dipindah dan tidak ada yang tahu,” kata Sugeng.

Giman mengaku hanya membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam untuk memindahkan rumahnya. Pemindahan dilakukan seorang diri pada Kamis (25/6/2020) malam.

Rumah Giman adalah rumah kayu bergaya limasan yang memiliki 20 tiang. Ia hanya membutuhkan waktu satu setengah jam untuk memindahkannya.

Umumnya untuk memindahkan rumah bentuk limasan seperti rumah Giman, dibutuhkan 40 hingga 50 orang.Rumah tersebut memiliki dua bagian, bagian depan dan bagian belakang.

Saat ini rumah Giman memiliki ketinggian berbeda. Bagian depan rumah masih seperti sebelumnya, sedangkan bagian belakang sudah terangkat dan lebih tinggi.

Pria berusia 47 tahun ini mengaku bisa memindah rumah tersebut karena dengan kekuatan spiritual. Sebelum memindahkannya, Giman mengaku bermeditasi di dalam rumah.

Setelah itu, ia membayangkan ada puluhan orang membantu mengangkat rumahnya hingga naik setinggi 130 cm dan bergeser sekitar 60 cm. Ia mengatakan, rumahnya sengaja digeser, karena akan membangun rumah lagi di bawah rumah limasan tersebut.

"Orang-orang yang membantu saya itu berbeda-beda wajahnya. Ada banyak orang, tapi beda-beda wajahnya. Seperti orang gotong royong memindah rumah,” kata Giman.Sebelum diminta mengangkat rumahnya, ia harus berkoordinasi dengan orang-orang “gaib” itu. Ia kemudian membagi tugas kepada mereka untuk mulai mengangkat dan memindah rumah.

Tidak mungkin dirinya bisa mengangkat rumahnya sendiri tanpa bantuan orang lain, apalagi dalam waktu yang sangat singkat. Bahkan untuk mengangkat 50 kilogram semen, Giman mengaku tidak kuat.

“Saya mengangkat semen 50 kg aja tidak kuat kok. Masa saya bisa mengangkat rumah,” katanya.(*)

Editor :