KLIKJATIM.Com | Surabaya--Meski di masa pandemi covid-19 ekspor bahan komoditi hortikultura di Jatim masih stabil. Bahkan, dari hasil evaluasi semester I 2020, berpotensi surplus.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim, Hadi Sulistyo mengatakan, secara umum sejumlah komoditi strategis tanaman hortikultura masih tersedia. "Dari hasil evaluasi pada semester I tahun 2020, beberapa komoditi hortikultura berpotensi surplus," katanya saat dikonfirmasi Klikjatim.com, Jum'at (3/7/2020).
Komoditi tersebut antara lain bawang merah sejumlah 293 ribu ton, cabai merah sejumlah 22 ribu ton, cabai rawit sejumlah 372 ribu ton, jeruk siam sejumlah 442,1 ribu ton, pisang sejumlah 1.020,1 ribu ton, dan mangga sejumlah 115,6 ribu ton.
[irp]
Hadi menjelaskan, masih tersedianya bahan ekspor hortikultura tersebut dikarenakan berbagai upaya yang terus dilakukan Pemprov Jatim. Setidaknya ada 5 upaya untuk memenuhi ketersediaan bahan ekspor tersebut.
Pertama, menjalin kemitraan dengan kelompok tani atau asosiasi yang pastinya saling menguntungkan. Kedua, peningkatan kualitas produk dalam rangka pemenuhan produk yang memenuhi standard kesehatan serta pemenuhan kebutuhan ekspor, dengan penerapan GAP-Good Agriculture Practices / SOP-Standar Operasional Prosedur.
"Ini melalui sekolah lapang GAP, registrasi kebun/lahan usaha sertifikasi produk prima dan sertifikasi organik," katanya.
[irp]
Ketiga, lanjut Hadi, membangun sistem traceability melalui pembinaan kelembagaan tani. Keempat, mendatangkan tenaga ahli dari negara tujuan, agar produk yang dihasilkan sesuai permintaan negara tujuan. Dan kelima, pengembangan model kawasan yang terintegrasi mulai dari on farm sampai dengan off farm maupun antar kawasan.
Dengan berbagai upaya tersebut, kata Hadi, dapat berdampak peningkatan ekspor komoditi hortikultura. Selanjutnya, diharapkan juga dapat berdampak pula meningkatnya nilai tambah petani.
"Dan pada akhirnya juga dapat lebih meningkatkan kesejahteraan petani," tandasnya. (mkr)
Editor : Redaksi