klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Penyandang Disabilitas Berat di Jember Kecipratan Bantuan Selama Setahun

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Wakil Bupati Jember, Drs. K.H. Abdul Muqit Arief (dua dari kanan) saat mengunjungi warga yang terdata sebagai Orang Dengan Kecacatan Berat (ODKB) sekaligus menyalurkan bantuan sosial. (Abdus Syukur/klikjatim.com)
Wakil Bupati Jember, Drs. K.H. Abdul Muqit Arief (dua dari kanan) saat mengunjungi warga yang terdata sebagai Orang Dengan Kecacatan Berat (ODKB) sekaligus menyalurkan bantuan sosial. (Abdus Syukur/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Jember – Pemerintah Kabupaten Jember terus menyalurkan bantuan sosial kepada warganya yang terdampak Covid-19. Salah satunya kepada para penyandang disabilitas berat atau Orang Dengan Kecacatan Berat (ODKB).

Wakil Bupati Jember, Drs. K.H. Abdul Muqit Arief menjelaskan, setiap ODKB akan mendapatkan sembako dan uang Rp 200 ribu per bulan, atau setara Rp 2,4 juta dalam setahun. Pasalnya di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang, para keluarga penyandang disabilitas juga terdampak dan mengalami kesulitan ekonomi.

"Ada sekitar 154 ODKB di Jember yang terdata di Dinsos (Dinas Sosial). Insyaallah data itu terus berkembang, karena setelah kami mengunjungi di tempat sama ada ODKB lainnya belum disampaikan datanya. Untuk itu, kami minta Kades (kepala desa) maupun Lurah apabila di daerahnya ada yang cacat berat didata, disampaikan ke Camat, nanti Camat akan menyampaikan ke dinsos agar mereka juga mendapat perhatian pemerintah," ungkap Wabup, Senin (22/6/2020).

[irp]

Tujuan pemberian bantuan untuk meringankan beban keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi karena mengasuh dan merawat di tengah pandemi Covid-19. Dan khusus di masa pandemi ini bantuan akan disalurkan selama 12 bulan atau setahun.

"Ya beberapa waktu lalu kami bertemu orang tua atau wali penderita ODKB yang semestinya kerja di Bali, karena Covid-19 tidak bisa bekerja. Satu sisi dia memiliki tanggung jawab terhadap keluarga dan anaknya yang cacat berat. Mau kemana-mana dibopong, dipangku bahkan dibantu mandinya. Untuk itu, kami memberikan perhatian dengan memberikan bantuan, paling tidak mengurangi beban mereka disamping tidak bisa bekerja," jelasnya usai penyerahan bantuan ODKB di Kecamatan Sukorambi, Panti dan Kecamatan Ajung.

Kiai Muqit berharap, sembako dan uang yang disalurkan bisa bermanfaat. Pasalnya sejak pembatasan sosial masyarakat terkait Covid-19 diberlakukan, rata-rata dalam beraktivitas mencari nafkah mengaku semakin berat. Sehingga membutuhkan uluran tangan dari para dermawan, termasuk pemerintah.

[irp]

"Manfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan, jangan digunakan untuk hal lain yang tidak bermanfaat. Karena ini bantuan untuk dampak Covid-19, maka njenengan (kamu) semua juga harus menjaga diri dari Covid-19. Ikuti anjuran pemerintah untuk tetap berada di rumah, memakai masker dan menjaga jarak ketika terpaksa bepergian," imbuhnya.

Elok, salah satu orang tua penerima bantuan asal Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi menuturkan, adanya bantuan tersebut merupakan wujud nyata hadirnya pemerintah di tengah-tengah masyarakat. Pihaknya sangat mengapresiasi upaya Pemkab Jember yang bekerja sama dengan jajaran di bawahnya dalam melakukan pendataan, serta menyalurkan bantuan ini.

"Kami berterima kasih sekali, mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat. Bapaknya anak bekerja di Lumajang sebagai sopir angkutan. Kalau pun dia bekerja, pendapatan yang kami dapatkan sangat menurun karena Covid-19. Bantuan sembako dan uang ini sangat membantu kami. Anak kami menderita cacat berat sejak lahir, tidak bisa jalan, sekarang usianya sudah sepuluh tahun," tuturnya dengan lirih. (nul)

Editor :