KLIKJATIM.Com | Gresik - Tingginya jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Gresik menjadi perhatian bagi jajaran Gugus Tugas Penanganan Covid-19 setempat. Hingga Selasa (16/6/2020) jumlah pasien sudah menembus 360 kasus. Meski demikian Bupati Gresik Sambari Halim Radianto memilih warga Gresik yang positif Covid-19 cepat terdeksi (diketahui) banyak dan sembuhnya banyak, daripada yang meninggal banyak.
[irp]
"Kalau disuruh pilih, saya lebih baik cepat diketahui banyak yang positif dan sembuhnya banyak, dari pada yang meninggal banyak, " kata Bupati, didampingi Kapolres AKBP Arief Fitrianto dam Dandim 0817 Letkol Budi Handoko saat peresmian posko Kampung Tangguh Semeru, di Desa Kembangan Kecamatan Kebomas, Rabu (17/6/2020).
Menurut Bupati, tren kenaikan positif Covid-19 di Kabupaten Gresik tinggi. Hal ini sesuai dengan kurvanya yang terus menunjukkan kenaikkan, bukan menurun. Hingga Selasa (16/6), jumlah positif Covid-19 tercatat sebanyak 360 orang, dengan rincian 33 orang meninggal dunia, 51 orang sembuh, dan 276 orang dalam perawatan.
"Jadi, kalau dilihat pertambahan dan kesembuhan setiap hari tak sebanding. Bertambahnya lebih banyak bisa sampai 38 orang sehari, ketimbang sembuhnya antara 1-4 orang se hari, " ungkapnya. " Sulitnya luar biasa untuk meningkatkan jumlah yang sembuh, " imbuhnya.
Bupati lebih jauh menjelaskan, selaku Komandan Satgas Pencegahan Covid-19, dan tim sudah bekerja maksimal untuk mencegah sebaran Covid-19 dan manekan warga yang positif sedikit mungkin. Untuk itu, Bupati berharap dengan munculnya kampung, desa RT, RW Tangguh bisa menekan sebaran Covid-19 di Kabupaten Gresik." Sesuai dengan arahan Pak Kapolda dan Pak Pangdam pembentukan Desa, Kelurahan, RT, RW Tangguh karena ujung tombak. Kalau desa, kelurahan, hingga RT dan RW Tangguh, selesai, " pungkas Bupati.
[irp]
Kepala Desa (Kades) Kembangan, Ngadimen menyambut baik diresmikannya Posko Kampung Tangguh di Balaidesa Kembangan. Menurut Ngadimen, keberadaan posko ini bisa menjadi wadah bagi desa dan masyarakat dalam menekan penyebaran Covid-19." Kami siap memanfaatkan posko Kampung Tangguh ini untuk wadah warga dalam pencegahan sebaran Covid-19," kata Ngadimen.
Sementara Kapolres AKBP Arief Fitrianto menyatakan, pembentukan Posko Kampung Tangguh dilakukan di daerah zona-zona merah Covid-19. Diharapkan, dengan adanya Posko Kampung Tangguh warga masyarakat selalu siaga dalam menghadapi dan mencegah sebaran Covid-19." Posko Kampung Tangguh semeru ini bisa dimanfaatkan masyarakat dalam menangani dan upaya mencegah sebaran Covid-19," katanya.
Kapolres menambahkan, bahwa untuk mencegah sebaran Covid-19, masyarakat harus tertib dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, mulai memakai masker, jaga jarak aman (physical distancing), cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. " Juga hindari keruman masyarakat, " pungkasnya. (mkr)
Editor : Redaksi