klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Sekolah Autisme di GKB Siap Pindah, Tapi Minta Waktu

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Perwakilan sekolah autisme terapi dan beberapa warga saat mediasi di Balai Desa Yosowilangun, Manyar, Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)
Perwakilan sekolah autisme terapi dan beberapa warga saat mediasi di Balai Desa Yosowilangun, Manyar, Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Tuntutan warga sekitar Jalan Karimun Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) RT 05 RW 03 Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar dikabulkan oleh pihak sekolah autisme terapi Amanah. Keberadaan sekolah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang dianggap mengganggu warga sekitar tersebut bersedia akan pindah. Hanya saja, pihak sekolah atau yayasan meminta waktu.

Keputusan ini disepakati kedua belah pihak antara warga RT 05 RW 03 dengan sekolah autisme terapi Amanah, yang dimediasi oleh Pemerintah Desa setempat pada Kamis (11/6/2020). Pantauan di lapangan, tampak hadir Kepala Desa Yosowilangun, Iriana Yudhaningsih, Ketua RT 05 RW 03 Djoko Sulistijanto beserta belasan warga dan pihak sekolahan, Siti Aminah.

"Kami siap untuk pindah, tapi mohon beri kami waktu. Dan kami siap untuk memberikan klarifikasi terkait postingan tersebut," ujar Siti Aminah.

[irp]

Menurut dia, penyebar surat keberatan warga RT 05 RW 03 ke media sosial bukanlah dari pihaknya. "Kami juga meminta maaf atas kegiatan kami yang dirasa mengganggu masyarakat. Terima kasih telah memberikan kami izin selama ini untuk melakukan kegiatan di sana," tandasnya. 

Di lain pihak, Ketua RT 05, Djoko mengklarifikasi bahwa pihaknya tidak menolak terkait keberadaan ABK di sekitar lingkungannya. Hanya saja, cara mengajar yang menimbulkan keramaian tersebut cukup mengganggu.

Yang terpenting lagi masalah etika. Sejak menempati sebuah rumah untuk kegiatan belajar mengajar ABK, terkesan dari pihak yayasan tak punya tata krama saat pertama membuka.

Dalam mediasi kali ini, pihaknya juga sempat menanyakan surat izin kegiatan autisme terapi tersebut. "Saya tahu apa yang dilakukan yayasan. Tapi saya menampung aspirasi warga, bahwa warga sudah tidak menghendaki adanya yayasan tersebut di sana," lanjut Djoko.

[irp]

Selanjutnya, warga pun menyesalkan terkait beredarnya surat teguran di media sosial. Karena imbasnya kepada warga di lingkungan Jalan Karimun GKB menjadi bahan omongan publik.

"Kami harap pihak yayasan juga mengerti, kami mengharap yayasan untuk pindah mencari tempat lain," tambahnya.

"Saya di sini mewakili warga ingin menyampaikan keluhan warga yang merasa terganggu dan mengharapkan yayasan untuk mencari tempat lain," jelas Kades Yosowilangun, Iriana saat memimpin pelaksanaan mediasi di Balai Desa setempat. (nul)

Editor :