klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pertamina Tambah Pasokan 922.680 Tabung LPG 3 Kg untuk Jawa Timur

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Pertamina Patra Niaga menambah pasokan sekitar 922.680 tabung elpiji 3 kilogram di Jawa Timur
Pertamina Patra Niaga menambah pasokan sekitar 922.680 tabung elpiji 3 kilogram di Jawa Timur

KLIKJATIM.Com | Surabaya -  Pertamina Patra Niaga menambah pasokan sekitar 922.680 tabung elpiji 3 kilogram di Jawa Timur selama libur Tahun Baru Islam 1448 Hijriah untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Jumlah ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan aktivitas masyarakat sehingga masyarakat dapat menikmati momen perayaan kali ini dengan tenang,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Ahad Rahedi di Surabaya, Selasa.

Menurut Ahad, kebutuhan elpiji diperkirakan meningkat selama libur Tahun Baru Islam yang identik dengan berbagai kegiatan keagamaan, sosial, dan pawai budaya.

Baca juga: Pertamina tambah pasokan 99 persen LPG 3 kg di IT Banyuwangi

Meski demikian, ia memastikan stok energi, termasuk elpiji, dalam kondisi aman dan mencukupi. Seluruh infrastruktur pendukung juga telah disiagakan untuk menjaga kelancaran distribusi.

"Pertamina menyiagakan personel di lapangan guna memastikan penyaluran elpiji berjalan lancar," ujarnya. 

Ahad mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan karena ketersediaan energi mencukupi kebutuhan.

Baca juga: Pertamina tambah stok LPG 3 kg Madiun hingga 100 persen saat Idul Adha

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara panik serta menggunakan elpiji 3 kilogram sesuai peruntukannya, yakni bagi masyarakat kurang mampu.

Selain elpiji, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Timur dalam kondisi aman.

Untuk menjaga keandalan pasokan, Pertamina melakukan penambahan stok sesuai kebutuhan, pemeriksaan sarana dan fasilitas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) secara intensif, serta pengawasan aspek kuantitas dan kualitas BBM.

Editor :