klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pimpin Misi Dagang Jatim-Sulsel di Makassar, Gubernur Khofifah Sukses Catatkan Transaksi Fantastis Rp 5,69 Triliun

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Misi Dagang & Investasi Jatim-Sulsel di Hotel Claro Makassar yang dipimpin langsung Gubernur Khofifah Indar Parawansa sukses besar.
Misi Dagang & Investasi Jatim-Sulsel di Hotel Claro Makassar yang dipimpin langsung Gubernur Khofifah Indar Parawansa sukses besar.

KLIKJATIM.Com | Makassar – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mengukuhkan perannya sebagai motor penggerak ekonomi antarwilayah. Dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, gelaran Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Sulawesi Selatan yang berlangsung di Hotel Claro Makassar sukses membukukan komitmen transaksi mencapai Rp 5.693.130.900.000 atau sekitar Rp 5,69 triliun, Rabu (04/11/2026).

Rekapitulasi final mencatat penjualan komoditas dari Jawa Timur ke Sulawesi Selatan mendominasi dengan angka Rp 4.717.044.900.000. Sementara itu, nilai transaksi pembelian Jawa Timur dari Sulawesi Selatan tercatat sebesar Rp 976.086.000.000.

"Misi dagang kali ini, hingga pukul 17.00 WITA, tercatat menghasilkan transaksi Rp 5,693 triliun. Dari jumlah itu Jawa Timur menjual Rp 4,717 triliun dan Jawa Timur membeli Rp 976 miliar. Terima kasih semuanya. Yang kita inginkan adalah bagaimana kita tumbuh bersama, berkembang bersama, maju bersama, dan tentu sejahtera bersama," ujar Khofifah, Kamis (05/11/2026).

Sektor peternakan menjadi tulang punggung utama dalam Misi Dagang kali ini dengan menyumbang nilai transaksi terbesar mencapai Rp 4,26 triliun (Rp 4.255,34 miliar). Komoditas yang diserap pasar meliputi olahan daging unggas, olahan daging ruminansia, susu, daging segar, anak ayam, ternak kambing/domba, hingga pakan ternak.

Selain peternakan, Jatim memboyong komoditas penjualan unggulan lain seperti hasil laut beku, aluminium ekstrusi, tepung gaplek, gula cair, material atap bitumen, produk fesyen, beras, gula kristal putih, benih pertanian, white charcoal, cabai, serta pakan ikan dan udang. Sebaliknya, Jatim menyerap komoditas strategis Sulsel meliputi kayu gergajian, veneer, arang batok kelapa, ikan tuna, rotan, rempah-rempah, mete, serta cengkeh.

Gubernur Khofifah menegaskan, Sulawesi Selatan memegang posisi kunci sebagai hub utama kawasan Indonesia Timur. Sementara Jawa Timur mengusung semangat Gerbang Baru Nusantara untuk menyambung konektivitas ekonomi yang lebih produktif antara kawasan barat dan timur Indonesia.

"Artinya kita ingin membangun konektivitas yang lebih produktif antara sisi Indonesia bagian barat dan timur. Misi dagang ini bukan semata urusan transaksi jual beli, tetapi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan pemerataan ekonomi serta memperkuat rantai pasok nasional," tegas Khofifah.

Sebagai catatan, tren hubungan dagang kedua provinsi terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data perdagangan antarwilayah tahun 2024, total transaksi kedua daerah mencapai Rp 2,24 triliun dengan surplus di pihak Jatim sebesar Rp 552,91 miliar.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi Pemprov Jatim dalam merangkul pelaku usaha antarprovinsi.

"Kami sangat mengapresiasi Ibu Gubernur Jawa Timur yang hadir langsung membawa para pelaku usaha. Kami berharap Sulawesi Selatan bisa terus dibantu dan dibimbing oleh Jawa Timur. Kita tahu kekuatan ekonomi Jatim sangat tinggi, kami ingin belajar dan membangun kolaborasi," ungkap Andi Sudirman.

Gelaran di Makassar ini merupakan Misi Dagang ke-10 yang digelar Pemprov Jatim sepanjang tahun 2026. Sejak 2019 hingga 2026, Pemprov Jatim tercatat telah menghelat 57 kali misi dagang domestik di 29 provinsi dengan akumulasi transaksi menembus puluhan triliun rupiah, di samping ekspansi jejaring misi dagang internasional ke Timor Leste, Hong Kong, Arab Saudi, Malaysia, Jepang, hingga Singapura.

Editor :