KLIKJATIM.Com | Bangkalan – Pergelaran seni dan budaya Terak Bulan menjadi ruang ekspresi inklusif bagi generasi muda untuk memperkenalkan kekayaan seni Nusantara sekaligus memperkuat akar identitas budaya daerah. Kegiatan yang berlangsung meriah di Taman Kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM) tersebut digelar untuk memeriahkan rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-495 Kabupaten Bangkalan.
Salah satu sajian yang berhasil mencuri perhatian penonton adalah pertunjukan tari kreasi dengan balutan busana bernuansa tradisional Madura yang elegan. Para penampil menghadirkan gerak tari artistik yang dipadu dengan tata panggung serta ornamen dekoratif penuh estetika, mencerminkan tingginya nilai kebudayaan lokal.
Pergelaran ini dirancang sebagai bagian dari upaya menghadirkan kebudayaan sebagai ruang perjumpaan harmonis antara nilai tradisi dan kreativitas generasi masa kini. Melalui panggung Terak Bulan, para mahasiswa hingga kelompok seni lokal mendapatkan panggung terhormat untuk mengasah potensi serta memperkenalkan ekspresi budaya kepada khalayak luas.
Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa seni dan budaya memegang peranan krusial dalam membangun identitas dan karakter masyarakat. Menurutnya, pelestarian kebudayaan tidak cukup hanya dengan merawat peninggalan masa lalu, melainkan harus dibarengi dengan pemberian ruang yang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk berinovasi.
Ia menilai sinergi antara generasi terdahulu dan generasi muda harus terus dipelihara agar estafet nilai-nilai budaya tidak terputus oleh derasnya arus modernisasi.
"Tidak mungkin kemajuan bisa diraih kalau ada keterputusan hubungan antara generasi masa lalu dengan generasi masa kini," ungkap Prof. Safi’, Minggu (01/11/2026).
Selain berfungsi sebagai sarana pelestarian tradisi, kegiatan Terak Bulan dinilai memiliki nilai strategis dalam mereframing dan memperkenalkan wajah Madura yang sesungguhnya melalui karya serta kreativitas masyarakatnya.
Prof. Safi’ mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu membangun citra positif Pulau Garam melalui capaian prestasi, keluhuran adab, dan karya nyata. Menurutnya, kekayaan seni dan budaya merupakan instrumen ampuh untuk mengikis stereotip negatif yang selama ini kerap berkembang di ruang publik.
"Kita tunjukkan bahwa Madura tidak seperti itu. Kita tunjukkan dengan karya seni dan budaya yang kita miliki," tegasnya penuh optimisme.
Melalui gelaran Terak Bulan, UTM membuktikan komitmennya bahwa lembaga perguruan tinggi tidak hanya berdiri sebagai pusat sains dan teknologi, tetapi juga memikul tanggung jawab sosial dalam mengawal identitas serta keberlanjutan tradisi lokal.
Pergelaran seni ini diharapkan mampu memperkuat rasa bangga generasi muda terhadap akar budayanya sendiri sekaligus mendorong mereka menjadi agen aktif pemelihara warisan luhur bangsa. Momentum Hari Jadi ke-495 Kabupaten Bangkalan pun menjadi pengingat manis bahwa kemajuan daerah akan kian kokoh bila berpijak pada nilai-nilai tradisi dan kebudayaan lokal.
Editor : Fatih