klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Bulan Bhakti Peternakan ke-190, Pemkab Lamongan dan FKH Unair Berkolaborasi Optimis Wujudkan Swasembada Protein

avatar Rozy
  • URL berhasil dicopy
Pemkab Lamongan berkolaborasi dengan FKH Universitas Airlangga menggelar Sarasehan Penguatan Peternakan.
Pemkab Lamongan berkolaborasi dengan FKH Universitas Airlangga menggelar Sarasehan Penguatan Peternakan.

KLIKJATIM.Com | Lamongan — Rangkaian peringatan Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 di Kabupaten Lamongan terus bergulir dengan fokus memperkuat sektor peternakan menuju swasembada protein hewani. Salah satu agenda strategis yang digelar adalah Sarasehan Penguatan Peternakan di Pendopo Lokatantra, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) ini sekaligus menandai peringatan World Rabies Day 2026.

Membuka sarasehan sekaligus bertindak sebagai keynote speaker, Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara mengapresiasi kolaborasi berkelanjutan bersama FKH Unair.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, akademisi, peternak, tenaga kesehatan hewan, dan pelaku usaha merupakan kunci utama untuk membangun ekosistem peternakan yang berdaya saing.

“Terima kasih kepada Unair yang terus berkolaborasi dalam menyukseskan program peternakan di Lamongan. Melalui kegiatan ini sinergi seluruh elemen peternakan semakin baik dan implementasi ke depan benar-benar konkret,” tutur Wakil Bupati yang akrab disapa Mas Dirham tersebut.

Mas Dirham menegaskan bahwa potensi peternakan di Lamongan merupakan modal berharga dalam mewujudkan daerah tersebut sebagai lumbung protein.

Hal ini selaras dengan posisi strategis Lamongan sebagai lumbung pangan nasional, di mana sekitar 30 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ditopang oleh sektor pertanian serta predikatnya sebagai salah satu penghasil ikan terbesar di Jawa Timur.

“Tantangan kita saat ini adalah bagaimana mempertemukan sektor pertanian dengan peternakan, terutama memanfaatkan hasil dan limbah pertanian sebagai pakan ternak, sehingga ekosistem peternakan semakin kuat,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, populasi ternak di Kota Soto tercatat sangat potensial, meliputi 108.792 ekor sapi, 99.153 ekor kambing, 89.343 ekor domba, 29.430.628 ekor ayam pedaging, 1.335.399 ekor ayam bukan ras, 479.408 ekor ayam petelur, 70.875 ekor itik, serta 234.832 ekor entok.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, Shofiah Nurhayati, menjelaskan bahwa rangkaian Bulan Bhakti Peternakan yang berlangsung sejak Agustus hingga September ini mengusung tema “Swasembada Protein Hewani untuk Indonesia yang Berdaulat, Adil dan Makmur”. Sementara peringatan World Rabies Day mengusung tema “Stronger Together”.

“Rangkaian kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peternakan, tetapi juga kesehatan hewan dan pencegahan penyakit zoonosis. Kolaborasi bersama Unair diharapkan memperkuat pendampingan, edukasi, dan inovasi di tingkat peternak,” terang Shofiah.

Sebelumnya, semarak Bulan Bhakti telah diisi dengan lomba mewarnai anak-anak TK, talkshow zoonosis, pameran alat dan produk UMKM peternakan, serta pelatihan pengolahan produk peternakan.

Adapun sarasehan kali ini secara khusus mengupas materi seputar biosecurity, kesehatan ternak, dan formula pakan berbasis bahan lokal yang disampaikan oleh pakar dari FKH Unair. Acara diikuti oleh peternak milenial, kelompok ternak KLUNTING, peternak unggas, medik veteriner, hingga paramedik.

Ke depan, Pemkab Lamongan bersama FKH Unair juga telah menyiapkan program pendampingan kelompok ternak itik di Desa Klagensrampat, Kecamatan Maduran, selama dua tahun. Program tersebut mencakup penyaluran bantuan bibit, subsidi, pendampingan teknis, serta pengembangan 200 unit kandang.

Guna menjaga keamanan kesehatan masyarakat, rangkaian World Rabies Day turut dilengkapi dengan aksi vaksinasi rabies gratis bagi Hewan Pembawa Rabies (HPR) seperti anjing, kucing, dan monyet, yang dilaksanakan secara masif di area pemukiman warga serta 11 Puskeswan yang tersebar di 11 kecamatan.

Editor :