klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tak Sekadar Tempat Ibadah, Masjid Al-Akbar Surabaya Kembangkan Melon IoT dan Budidaya Ikan dari Air Bekas Wudu

avatar Ratno
  • URL berhasil dicopy
Gubernur Khofifah bersama tiga Tokoh Palestina melihat kolam budidaya ikan yang dikembangkan Takmir Masjid Nasional Al-Akbar. (Dok)
Gubernur Khofifah bersama tiga Tokoh Palestina melihat kolam budidaya ikan yang dikembangkan Takmir Masjid Nasional Al-Akbar. (Dok)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya tak hanya menjadi tempat ibadah. Kawasan masjid tersebut juga dikembangkan menjadi ruang produktif melalui inovasi pertanian dan perikanan berbasis teknologi.

Hal itu diperlihatkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada tiga tokoh Palestina saat berkunjung ke Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu (27/9).

Tiga tokoh Palestina tersebut yakni Utusan Khusus dan Penasihat Presiden Palestina Bidang Keagamaan dan Islam Mahmoud Sedqi Abdalrahman Alhabbash, Imam Besar Masjid Al-Aqsa Sheikh Mohammad Ahmed Mohammed Hussein, serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Abdalfatah Ahmed Khalil Al-Sattari.

Dalam kunjungan itu, Khofifah mengajak para delegasi melihat Smart Green House yang digunakan untuk membudidayakan melon dengan teknologi Internet of Things (IoT).

Di lokasi tersebut, Khofifah bersama para tamu dari Palestina bahkan ikut memanen dan mencicipi melon hasil budidaya. Dua varietas yang dipanen saat kunjungan tersebut adalah Golden dengan warna kulit kuning dan daging buah oranye, serta Dalmatian dengan kulit putih berbintik hijau dan daging buah putih.

Selain kedua varietas tersebut, Smart Green House Masjid Al-Akbar juga mengembangkan melon jenis Sweet Hami dan Inthanon Rz.

“Alhamdulillah, tadi saat panen melon rasanya sangat manis. Kami sediakan juga tadi jika berkenan untuk dibawa saat beliau kembali ke Jakarta,” ujar Khofifah.

Menurut Khofifah, pemanfaatan lahan di lingkungan masjid dapat memberikan pengalaman tambahan bagi jamaah. Kawasan masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan pertanian perkotaan kepada masyarakat.

“Masjid Al Akbar terus berupaya memanfaatkan lahan masjid supaya bisa dinikmati jamaah juga yang sedang berkunjung dan beribadah di sini,” katanya.

Khofifah menilai lokasi Masjid Nasional Al-Akbar yang berada di dekat akses jalan tol juga menjadi peluang untuk mengembangkan berbagai aktivitas produktif. Banyak jamaah dari luar daerah yang menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat singgah.

“Letaknya cukup strategis, dekat dengan tol. Jamaah dari mana-mana transitnya di sini,” ungkapnya.

Usai melihat budidaya melon, rombongan kemudian meninjau Al-Akbar FishTech. Fasilitas ini dikembangkan untuk budidaya ikan air tawar dengan menerapkan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS).

Sistem tersebut memungkinkan air dalam proses budidaya ikan diolah dan digunakan kembali sehingga penggunaan air menjadi lebih efisien.

Yang menarik, salah satu sumber air yang dimanfaatkan berasal dari air bekas wudu jamaah. Air tersebut tidak langsung digunakan, melainkan terlebih dahulu melalui proses pengolahan atau water treatment sebelum dialirkan ke sistem budidaya.

Dalam kunjungan tersebut, Imam Besar Masjid Al-Aqsa, Utusan Khusus Presiden Palestina dan Duta Besar Palestina juga turut memberi makan ikan nila merah. Selain nila merah, Al-Akbar FishTech juga membudidayakan ikan patin dan lele.

Khofifah mengatakan penerapan sistem tersebut menjadi salah satu contoh pemanfaatan teknologi untuk menjawab keterbatasan lahan dan kebutuhan efisiensi air, khususnya di kawasan perkotaan.

“Sistem ini memungkinkan budidaya ikan dilakukan secara efisien, hemat air, dan ramah lingkungan sehingga sangat relevan diterapkan di kawasan perkotaan dengan keterbatasan lahan,” jelasnya.

“Ikan ini airnya dari air wudu di sini. Kemudian air itu diproses, water treatment secara digital dan ini yang kemudian menjadi air untuk perikanan,” imbuh Khofifah.

Ia berharap pengembangan fasilitas pertanian dan perikanan tersebut dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Menurutnya, masjid juga dapat menjadi ruang pembelajaran mengenai teknologi, lingkungan sekaligus kegiatan produktif.

Sementara itu, Mahmoud Sedqi Abdalrahman Alhabbash mengaku terkesan dengan lingkungan dan fasilitas yang dikembangkan di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

“Lingkungan ini indah, kalau malam pasti indah sekali,” kata Mahmoud.

Kunjungan tiga tokoh Palestina tersebut merupakan bagian dari rangkaian pertemuan bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya.

Selain mempererat hubungan Indonesia dan Palestina, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan sejumlah inovasi di Jawa Timur, termasuk pemanfaatan teknologi dan pengelolaan sumber daya secara produktif di lingkungan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

Editor :