KLIKJATIM.Com | Lamongan — Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memacu pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Rencana strategis ini disiapkan guna mendukung swasembada pangan, ketahanan air pertanian, serta memperkuat konektivitas antarwilayah untuk menggerakkan perekonomian lokal.
Di antara proyek prioritas tersebut adalah rencana pembangunan Embung Dungpawon di Desa Sembung, Kecamatan Sukorame, serta rekonstruksi Jembatan Talunrejo di Dusun Godok, Kecamatan Bluluk.
Saat meninjau lokasi secara langsung pada Kamis (24/9/2026), Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Pak Yes) mengungkapkan bahwa Jembatan Talunrejo memiliki peran sangat strategis karena menjadi urat nadi penghubung antar-kabupaten, yaitu Kabupaten Lamongan dengan Kabupaten Bojonegoro.
Pak Yes menegaskan bahwa rencana rekonstruksi jembatan yang sebelumnya sempat putus ini telah mendapatkan persetujuan langsung dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
"Jembatan Talunrejo kebetulan kemarin sempat putus dan ini strategis sekali karena menghubungkan dua kabupaten, Talunrejo ini Kecamatan Bluluk Lamongan dan di seberangnya Kecamatan Kedungadem (Bojonegoro). Kemarin kami sudah menghadap kepada Ibu Gubernur, beliau sudah menyetujui dan tinggal sekarang pondasi yang sedang kita upayakan supaya termasuk di dalam bagian jembatan itu," terang Pak Yes.
Berdasarkan data Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Lamongan, Jembatan Talunrejo akan dibangun dengan dimensi bentang sepanjang 25 meter dan lebar 6 meter. Bangunan bawah menggunakan abutment beton bertulang dengan minipile (200x200 mm) sepanjang 14 meter, sedangkan bangunan atas memanfaatkan struktur baja komposit.
Selain perbaikan jembatan, Pak Yes memaparkan rencana pembangunan Embung Dungpawon di Desa Sembung, Kecamatan Sukorame. Berdasarkan data Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi, embung ini direncanakan berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 4 hektar dengan volume tampung efektif sekitar 180.000 meter kubik ($m^3$).
"Sembung ini ke depan atas usulan dari masyarakat termasuk kepala desa, nanti akan kita buatkan waduk. Embrionya sudah ada di situ. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa menyediakan air sekitar 75.000 kubik sesuai kebutuhan per masa tanam dan mengairi 25 hektar sawah, bahkan mungkin bisa lebih. Nanti kita upayakan juga saluran irigasi yang selanjutnya dipelihara setiap tahunnya," tambah Pak Yes.
Kehadiran Embung Dungpawon ditargetkan mampu menjamin pasokan air irigasi untuk 25 hektar lahan pertanian dalam dua musim tanam setiap tahunnya.
Dalam rangkaian kunjungan lapangan tersebut, Bupati Lamongan turut memonitoring pengerjaan rekonstruksi jalan ruas Dradah–Kedungpring dengan total panjang penanganan mencapai 2.882 meter guna memastikan kualitas serta ketepatan waktu pengerjaan di lapangan.
Editor : Fatih