KLIKJATIM.Com | Surabaya—Setelah berhasil membonggkar jaringan bandar narkoba dengan barang bukti 100,200 kilogram, kini Satreskoba mulai mendapat serangan bali. Jaringan bandar mulai mencari cara menjatuhkan repotasi Satreskoba Polrestabes Surabaya yang dipimpin AKBP Memo Ardian.
“Kami sudah memprediksi pasti aka nada tekanan dan kelompok dan jaringan untuk menjatuhkan kami. Pasti akan dicari celahnya,”kata Kasatreskoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian.
[irp]
Satreskoba berhasil mengungkap jaringan bandar narkoba dengan menyita barang bukti sabu lebih dari 1 kwintal.
"Kami sudah melakukan analisa. Setelah ungkap kami dirilis, mulai dari 7 juta pil koplo (double L), 30 kilogram sabu, 7 kilogram sabu hingga 12 ribu butit pil ekstasi, setelahnya pasti ada yang menyerang kami dengan cara apapun," ungkap Alumni Akpol tahun 2002 ini.
Menurut Memo, 'serangan balik' itu dilakukan oleh bandar dengan berbagai cara dan dilakukan secara tidak langsung. Rata-rata mereka melakukannya dengan memakai campur tangan pihak lain.
"Memang resiko jika kita mengungkap jaringan besar narkoba pasti akan membuat bandar lain resah dan melakukan segala cara," jelasnya.
[irp]
Di sisi lain, terkait pemberitaan sejumlah media yang menyebut bahwa Satresnarkoba Polrestabes Surabaya melakukan penangkapan terhadap pria berinisial S di Jalan Sukomanungal Surabaya, Memo memastikan penangkapan itu tidak ada.
Begitu pula dengan adanya dugaan pemerasan atau menguras uang tersangka sebanyak Rp 2 miliar, Memo juga memastikan kabar itu tidak benar. "Itu semua tidak benar," tegasnya. (hen)
Editor : Redaksi