KLIKJATIM.Com | Sidoarjo — Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai didorong masuk secara masif ke ruang-ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Sidoarjo. Melalui Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC Pergunu) Sidoarjo, sebanyak 54 guru diproyeksikan menjadi trainer guna menyebarluaskan kemampuan penyusunan perangkat ajar berbasis AI hingga ke tingkat kecamatan.
Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui agenda Training of Trainers (ToT) Penyusunan Perangkat Ajar Berbasis AI yang Berorientasi pada Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), yang berlangsung di Kantor LP Ma'arif Sidoarjo, Sabtu (19/9/2026).
Ketua PC Pergunu Sidoarjo, Ahmad Anwar, menjelaskan bahwa ToT ini diikuti oleh perwakilan guru MI dari seluruh penjuru Sidoarjo, dengan komposisi tiga orang peserta untuk setiap kecamatan.
"Program yang kedua ini kita membentuk ToT, yaitu pembuatan pembelajaran berbasis AI. Hari ini kita melatih 54 guru, masing-masing tiga orang per kecamatan," ujar Ahmad Anwar.
Anwar menegaskan bahwa para peserta mengemban misi diseminasi ilmu di wilayahnya masing-masing. Setelah menguasai materi di tingkat kabupaten, setiap tim trainer kecamatan ditargetkan mengedukasi 75 hingga 100 guru MI di tingkat PAC Pergunu. Seluruh biaya konsumsi dan narasumber diseminasi akan disokong penuh oleh PC Pergunu melalui dana hibah PCNU Sidoarjo.
"Harapan kami dengan kegiatan ToT ini kemampuan guru di semua kecamatan di Kabupaten Sidoarjo bisa merata. Guru-guru bisa menggunakan AI dalam perangkat pembelajaran sehingga membantu memudahkan mereka dalam membuat dan mengajar di sekolah masing-masing," tambahnya.
Langkah inovatif Pergunu ini memantik apresiasi tinggi dari Ketua PCNU Sidoarjo, KH M. Zainal Abidin. Menurutnya, ToT berbasis digital ini menjadi ikhtiar nyata dalam meningkatkan mutu lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma'arif NU.
"Silaturahmi dalam pembelajaran Training of Trainers ini memberikan pemanfaatan yang luar biasa pada lembaga-lembaga pendidikan yang dikelola Ma'arif. PC Pergunu Sidoarjo dikomandani Pak Ahmad Anwar sehingga hikmah ini bisa menjadi maksimal," tutur Kiai Zainal.
Dari sudut pandang regulator, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Sidoarjo, Dr. Netty Lastiningsih, M.Pd., mengingatkan pentingnya menempatkan teknologi sebagai sarana pendukung pedagogik yang selaras dengan penguatan karakter peserta didik.
"Teknologi tidak lepas dari pola pikir baru dan mindset baru. Dalam menyusun RPP atau modul ajar, paling tidak ada empat komponen yang harus diperhatikan: praktik pedagogik, lingkungan pembelajaran, kemitraan, serta pemanfaatan digital," terang Netty.
Senada, Kepala Kantor Kemenag Sidoarjo, Dr. Mufi Imron Rosyadi, menekankan bahwa integrasi AI di madrasah harus tetap berlandaskan pada pembentukan akhlak.
"PC Pergunu Sidoarjo memberikan warna pendidikan di Kabupaten Sidoarjo. Kita diharapkan mencetak generasi pintar. Ini memang sulit, tetapi yang lebih sulit itu mencetak generasi yang benar. Negara membutuhkan kedua-duanya, selain pintar juga benar," tegas Mufi.
Ketua Panitia Pelaksana, Yayuk Dian Mandasari, M.Pd., menyampaikan bahwa ToT ini dirancang agar kompetensi guru MI di Sidoarjo memiliki daya saing hingga tingkat nasional. Pihaknya berjanji akan mengawal secara ketat proses transfer ilmu tersebut.
"Kegiatan ini tidak berhenti di sini. Kita akan terus kawal sampai tingkat kecamatan. Ilmu yang didapat di tingkat kabupaten harus benar-benar sampai ke kecamatan, kemudian sampai ke setiap satuan pendidikan," pungkas Yayuk.
Rangkaian kegiatan ToT penyusunan perangkat ajar berbasis AI ini diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Ketua PC LP Ma'arif NU Sidoarjo, H.M. Saifulloh Asy'ari, M.Pd.I.
Editor : Fatih