KLIKJATIM.Com | Blora – PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) melalui Pabrik Gula Rendeng terus mendukung penyerapan tebu petani Kabupaten Blora pada musim giling 2026.
Hingga 15 September 2026, sekitar 90 persen tebu di Kabupaten Blora telah tertebang. Sementara itu, proses penggilingan tebu masih terus berlangsung di Pabrik Gula Rendeng, Kudus, Jawa Tengah.
Dukungan tersebut dilakukan untuk membantu memastikan tebu petani Blora dapat tergiling secara optimal pada musim giling tahun ini.
Sebelumnya, petani tebu di Kabupaten Blora sempat menghadapi kekhawatiran terkait penyerapan hasil panen. Kekhawatiran itu muncul setelah salah satu pabrik gula di wilayah tersebut tidak beroperasi pada musim giling 2026.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Paguyuban Petani Tebu Blora melakukan audiensi yang kemudian diperkuat melalui koordinasi antara Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, PT SGN melalui Pabrik Gula Rendeng, serta DPC APTRI.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk mencari solusi bersama agar proses tebang dan giling tebu petani Blora tetap berjalan dengan baik.
Corporate Secretary PT SGN, Yunianta, mengatakan perusahaan berkomitmen membantu penyerapan tebu petani Blora melalui Pabrik Gula Rendeng.
“Alhamdulillah, melalui koordinasi dan komitmen bersama seluruh stakeholder, sekitar 90 persen tebu di Kabupaten Blora saat ini telah tertebang. PT SGN melalui Pabrik Gula Rendeng masih terus melakukan proses penggilingan untuk membantu menyerap tebu petani Blora,” ujar Yunianta.
Menurut dia, sinergi antara pemerintah, petani, APTRI, dan pelaku industri gula menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran proses tebang dan giling. Terlebih, pada musim giling tahun ini terdapat kebutuhan penyerapan tebu dari wilayah lain.
“Komitmen kami adalah membantu agar tebu petani dapat terserap dan tergiling dengan baik. Proses giling di Pabrik Gula Rendeng direncanakan masih berlangsung hingga akhir Oktober 2026, sehingga diharapkan tebu dari Kabupaten Blora maupun wilayah penghasil tebu lainnya dapat terserap secara optimal,” lanjutnya.
Dukungan penyerapan tersebut mendapat apresiasi dari petani tebu Blora. Anton Sudibyo, salah satu petani tebu setempat, mengaku terbantu dengan adanya penyerapan melalui Pabrik Gula Rendeng.
“Bagi kami petani, adanya penyerapan dari Pabrik Gula Rendeng sangat membantu. Kami sebelumnya khawatir tebu kami tidak bisa terserap seluruhnya. Dengan adanya koordinasi dan dukungan dari PT SGN, kami merasa lebih tenang karena tebu kami bisa ditebang dan digiling,” kata Anton.
Ia berharap sinergi antara petani, pemerintah, APTRI, dan pabrik gula terus berjalan hingga seluruh tebu petani Blora dapat terserap dengan baik sampai akhir musim giling.
Dukungan penyerapan ini menjadi bagian dari upaya PT SGN menjaga keberlanjutan usaha petani sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan selama musim giling 2026.
Melalui Pabrik Gula Rendeng, PT SGN memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah, APTRI, dan petani terus dilakukan untuk mendukung kelancaran penyerapan serta penggilingan tebu hingga akhir musim giling.
Editor : Wahyudi