KLIKJATIM.Com | Sidoarjo — SMPN 1 Sedati meretas langkah inovatif dalam menanamkan nilai budaya sekaligus mengasah keterampilan para muridnya.
Melalui program bertajuk Seragam Batik Karya Siswa (Sabakarya), sekolah ini resmi menjalin kerja sama dengan SMKN 1 Jabon untuk melatih seluruh siswa kelas 7 membuat kain batik sendiri yang nantinya akan dikenakan sebagai seragam sekolah setiap hari Jumat.
Sinergi antarsekolah tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Sidoarjo.
Agenda ini dihadiri langsung oleh Kepala SMPN 1 Sedati, Kepala SMKN 1 Jabon, para wali kelas 7 SMPN 1 Sedati, serta tim pendamping dari jajaran guru Jurusan Kriya Tekstil SMKN 1 Jabon.
Kepala SMPN 1 Sedati, Ratna Diyah Mustikawati, menegaskan bahwa kolaborasi lintas jenjang pendidikan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan berdampak bagi peserta didik.
"Melalui kolaborasi ini siswa tidak hanya dibekali pemahaman teoritis mengenai warisan budaya, tetapi juga diterjunkan langsung dalam proses produksi," ujarnya.
Melalui pendampingan dari tenaga ahli Kriya Tekstil SMKN 1 Jabon, para murid kelas 7 diajak melewati setiap tahapan membatik, mulai dari perancangan motif, pemalaman, hingga proses pewarnaan. Program Sabakarya pun diproyeksikan tidak sekadar menghasilkan helai kain, melainkan menjadi sarana pembentukan karakter, ketelitian, serta kreativitas siswa.
Apresiasi senada disampaikan oleh Wakil Kepala Bidang Humas SMPN 1 Sedati, Nur Imam Diansyah. Ia menilai program ini memiliki dimensi edukasi yang luas, baik dari segi pelestarian tradisi maupun pembentukan mentalitas anak didik.
“Ini sangat bagus untuk membantu anak-anak membudayakan batik sebagai budaya asli Indonesia sekaligus belajar bekerja sama dan membangun kemandirian dengan baik untuk ke depannya,” tutur Nur Imam Diansyah.
Melalui integrasi antara pembelajaran kearifan lokal dan karya nyata ini, SMPN 1 Sedati berharap para siswa dapat menumbuhkan rasa bangga saat mengenakan seragam hasil olah tangan mereka sendiri sekaligus memperkuat ikatan emosional terhadap warisan budaya nusantara.
Editor : Fatih