KLIKJATIM.Com | Pasuruan - Pertikaian mulut berlanjut adu dorong antara Habib Umar Abdullah Assegaf dengan Asmadi, anggota Satpol PP Surabaya di pos pemeriksaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Bundaran Satelit Surabaya happy ending. Keduanya saling memaafkan dalam pertemuan islah yang diimediasi jajaran Polda Jatim dan Polres Pasuruan di kediaman Habib Umar.
[irp]
"Alhamdulillah persoalannya sudah selesai keduanya saling memaafka," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.
Dikatakan, proses islah terjadi di kediaman Habib Umar pada Jumat petang, 22 Mei 2020. Asmadi mendatangi kediaman habib didampingi perwakilan Polda Jatim dan didampingi Kapolres Pasuruan AKBP M. Rofiq. Sejumlah pengasuh Majelis Roudhotus Salaf turut hadir. "Betul itu, sudah damai, saling memaafkan. Sore mau maghrib kemarin mas itu di kediaman habib," imbuh Kombes Trunoyudo.
Dalam video yang diunggah akun @abubakarsegaf, anggota Satpol PP, Asmadi menyampaikan permohonan maafnya. Ia mengaku khilaf emosi karena punya alasan. Salah satunya, ia belum bertemu dengan ayah kandungnya yang sudah berusia rentan untuk mencegah Corona. Padahal, jarak rumahnya cukup dekat dengan orang tuanya itu.
Di tempat yang sama Asmadi mengaku juga jarang pulang ke rumah karena standby di pos pemeriksaan PSBB tersebut. Dalam video itu, ia meminta maaf lalu mencium tangan Habib Umar. Kemudian, Habib Umar merespon permintaan maaf itu dengan mencium kening Asmadi.
"Saya selaku pribadi dan institusi, saya menyadari selaku manusia biasa saya penuh khilaf karena begitu Covid didengungkan, saya belum bertemu ayah saya meski hanya 4 kilometer jarak rumah saya," ujar Asmadi.
Video viral cekcok Habib Umar dengan Asmadi viral di media sosial. Keduanya bahkan sempat adu fisik. Habib Umar dalam video itu tak terima mobil Toyota Camry bernopol N1B disetop petugas gabungan PSBB. Diduga jumlah penumpang mobil itu melebihi kapasitas dan tak sesuai aturan PSBB di wilayah Surabaya Raya. (hen)
Editor : Redaksi