klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dihantam Gelombang, Perahu Besi Tenggelam di Gresik, 1 Tewas, 2 Hilang

avatar Rozy
  • URL berhasil dicopy
Satpolair Polres Gresik mengevaksuasi korban meninggal Sukir (42), warga Asemrowo, Surabaya
Satpolair Polres Gresik mengevaksuasi korban meninggal Sukir (42), warga Asemrowo, Surabaya

KLIKJATIM.Com | Gresik  - Sebuah perahu yang mengangkut besi tua dilaporkan tenggelam di perairan depan Pelabuhan Umum Gresik. Dari lima anak buah kapal (ABK), satu orang ditemukan meninggal dunia dengan kondisi masih memegang pelampung.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam (2/5/2026). Berdasarkan informasi yang dihimpun, perahu berangkat dari kawasan Lumpur, Gresik sekitar pukul 15.00 WIB menuju perairan Kamal, Madura untuk mengambil muatan besi tua.

Korban meninggal warga Asemrowo Surabaya terpengaruh terikat jerigenKorban meninggal warga Asemrowo Surabaya terpengaruh terikat jerigen

Usai mengangkut sekitar 3 ton besi, perahu kembali menuju Gresik pada pukul 19.00 WIB. Namun sekitar pukul 21.00 WIB, saat melintas di depan Pelabuhan Umum Gresik, perahu diduga kemasukan air akibat gelombang dari kapal yang melintas, hingga akhirnya oleng dan tenggelam.

Dua ABK berhasil selamat setelah ditolong kapal yang melintas, yakni Yusuf (45), warga Manukan Rejo, Surabaya, dan Abdul Halim (31), warga Gresik.

Sementara itu, satu korban lainnya, Sukir (42), warga Asemrowo, Surabaya, ditemukan meninggal dunia di perairan dekat PLTU Gresik dalam kondisi memegang pelampung.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

“Benar, korban sudah kami evakuasi dan langsung dibawa ke RSUD Ibnu Sina. Saat ini sudah diserahkan ke keluarga,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Ia juga menambahkan bahwa pihak kepolisian bersama Basarnas, Satpolairud, dan pihak terkait masih terus melakukan pencarian terhadap dua ABK lainnya yang belum ditemukan, yakni H. Ajib (60) dan Halimi (32).

“Pencarian terus kami lakukan dengan berkoordinasi bersama seluruh pihak terkait,” tambahnya.

Hingga kini, tim gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Operasi pencarian direncanakan berlangsung selama tujuh hari dengan radius hingga 10 kilometer dari titik tenggelamnya perahu.

“Kami berupaya maksimal dan juga mengajak nelayan sekitar untuk turut memberikan informasi. Semoga korban segera ditemukan, terutama dalam kondisi selamat,” pungkasnya.

Editor :