KLIKJATIM.Com | Gresik — Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian budaya lokal sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Hal ini ditegaskan Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, saat mengunjungi Festival Budaya dan Kuliner Pasar Panganan Giri Biyen di Kampung Kajen, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Minggu (3/5).
Kegiatan yang rutin digelar setiap Minggu Kliwon ini menyuguhkan atmosfer "Gresik Tempo Dulu" yang sangat kental. Kehadiran Bupati yang akrab disapa Gus Yani tersebut menjadi suntikan semangat bagi para pelaku UMKM dan pegiat budaya di kawasan situs bersejarah Giri.
Pasar Panganan Giri Biyen menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung. Selain para pedagang yang mengenakan busana tradisional, sistem transaksi di pasar ini tidak menggunakan uang tunai secara langsung, melainkan menggunakan koin gobog sebagai alat tukar yang sah di area festival.
Sebanyak 43 pelaku usaha terlibat aktif menyajikan beragam kuliner khas Gresik yang mulai langka, membawa kembali memori kolektif masyarakat akan kekayaan rasa masa lalu.
“Festival ini merupakan upaya nyata untuk menghidupkan kembali khazanah kuliner dan tradisi lokal Giri di tengah gempuran perkembangan zaman. Ini adalah media edukasi budaya yang efektif bagi generasi muda kita,” ujar Gus Yani di sela kunjungannya.
Bupati Yani mengapresiasi antusiasme masyarakat yang terus meningkat sejak pasar ini pertama kali diluncurkan. Menurutnya, sinergi antara pelestarian sejarah makam Sunan Giri dan aktivitas ekonomi kreatif seperti ini adalah kunci pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan dampak positif langsung pada kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah akan terus mendukung melalui kolaborasi lintas sektor agar potensi lokal ini naik kelas,” tambahnya.
Melalui penyelenggaraan Pasar Panganan Giri Biyen, Pemkab Gresik membuktikan bahwa warisan leluhur dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi kerakyatan, sekaligus mempertegas identitas Gresik sebagai kota yang kaya akan sejarah dan kuliner.
Editor : Fatih