KLIKJATIM.Com | Ternate – PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Ternate resmi memperkuat penerapan sistem planning & control guna mendongkrak efisiensi dan kelancaran operasional terminal.
Langkah strategis ini ditempuh melalui perencanaan kegiatan yang terukur serta intensifikasi koordinasi dan pertukaran informasi bersama perusahaan pelayaran (shipping line), regulator, hingga pemangku kepentingan terkait.
Melalui skema planning & control, TPK Ternate dapat mengantongi informasi operasional jauh lebih awal—mulai dari estimasi kedatangan kapal, volume dan jenis muatan, skenario bongkar muat, hingga kebutuhan pelayanan teknis.
Data presisi ini menjadi pijakan utama terminal untuk memplot alokasi peralatan, tenaga kerja, dan sumber daya pendukung secara pas sesuai kebutuhan ril di lapangan.
Terminal Head TPK Ternate, Anwar Pae, menegaskan bahwa akurasi data dan koordinasi sejak tahap perencanaan merupakan kunci utama dalam menjaga mutu pelayanan kepelabuhanan.
"Planning & control memastikan setiap kegiatan direncanakan berdasarkan informasi yang akurat dan dipahami oleh seluruh pihak yang terlibat. Dengan perencanaan yang semakin baik, kami dapat menyiapkan sumber daya secara lebih tepat sekaligus mengantisipasi potensi risiko sejak awal," ungkap Anwar.
Anwar menambahkan, pertukaran informasi secara proaktif dengan perusahaan pelayaran memberikan fleksibilitas bagi terminal untuk melakukan penyesuaian cepat saat terjadi perubahan jadwal maupun dinamika muatan. Risiko perbedaan data dan kendala kesiapan alat pun dapat dimitigasi lebih dini.
"Kami ingin membangun pola kerja yang semakin proaktif. Potensi risiko harus dapat diidentifikasi sejak tahap perencanaan, bukan ketika gangguan sudah terjadi di lapangan. Karena itu, komunikasi dan kesamaan informasi dengan shipping line, regulator, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian penting dalam planning & control," imbuhnya.
Upaya penguatan tata kelola operasional TPK Ternate ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate. Kepala KSOP Ternate, Rushan Muhammad, menilai transparansi informasi antarinstansi sangat krusial dalam mewujudkan ekosistem kepelabuhanan yang efektif.
"Dalam kegiatan kepelabuhanan, koordinasi dan kesamaan informasi antarpemangku kepentingan sangat penting. Perencanaan dan komunikasi yang dilakukan sejak awal membuat setiap pihak dapat mempersiapkan kebutuhan operasional secara lebih tepat, sehingga potensi gangguan dapat diminimalkan dan pelayanan kepada pengguna jasa dapat berjalan dengan baik," jelas Rushan.
Editor : Fatih