KLIKJATIM.Com | Gresik – Kinerja bongkar muat di Pelabuhan Gresik menunjukkan tren positif pada semester I 2026. Hingga Juni, total arus barang yang ditangani PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Branch Gresik mencapai 2.288.524 ton/m³, mempertegas peran pelabuhan sebagai salah satu simpul logistik utama bagi kawasan industri di Jawa Timur.
Capaian tersebut ditopang pertumbuhan sejumlah komoditas utama, terutama curah kering yang mencatat kenaikan tertinggi, diikuti general dan bag cargo. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa aktivitas logistik dan industri di Gresik tetap bergairah meski dihadapkan pada tantangan perdagangan global.
Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Branch Gresik, Sutopo, mengatakan secara keseluruhan arus barang hingga Juni 2026 mencapai 2,28 juta ton/m³ dengan sejumlah komoditas yang tumbuh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Secara keseluruhan, arus barang hingga Juni 2026 mencapai 2,28 juta ton/m³. Sejumlah komoditas menunjukkan pertumbuhan cukup kuat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujarnya.
Kontributor terbesar berasal dari general dan bag cargo yang membukukan volume 1.255.138 ton/m³, meningkat 10,40 persen secara tahunan. Sementara itu, curah kering mencatat pertumbuhan paling signifikan dengan volume 599.354 ton, melonjak 48,72 persen dibandingkan semester I 2025.
Menurut Sutopo, peningkatan tersebut mencerminkan semakin tingginya aktivitas distribusi bahan baku dan komoditas industri yang memanfaatkan Pelabuhan Gresik sebagai jalur logistik utama.
"Pertumbuhan arus barang ini menjadi sinyal positif bagi kami. Kebutuhan terhadap layanan kepelabuhanan tetap berkembang dan harus direspons dengan peningkatan produktivitas, kesiapan fasilitas serta kualitas pelayanan kepada pengguna jasa," katanya.
Di sisi lain, arus curah cair juga masih tumbuh positif sebesar 11,89 persen menjadi 434.032 ton. Namun, realisasi tersebut masih berada di bawah target perusahaan akibat melemahnya permintaan ekspor produk kimia seperti 2-Ethylhexanol (2EH) dan Iso Butyl Alcohol (IBA) ke pasar China, yang dipengaruhi perlambatan perdagangan global serta meningkatnya biaya logistik internasional.
Meski demikian, beragamnya jenis komoditas yang dilayani membuat kinerja Pelabuhan Gresik tetap terjaga. Pertumbuhan general cargo dan curah kering mampu mengompensasi tekanan yang terjadi pada segmen tertentu.
"Kondisi perdagangan global tentu berpengaruh terhadap arus komoditas tertentu. Namun, kami melihat fundamental bisnis di Gresik tetap prospektif karena ditopang basis industri yang kuat dan jenis komoditas yang cukup beragam," tutur Sutopo.
Selain mencatat kenaikan volume, Pelabuhan Gresik juga meningkatkan produktivitas bongkar muat. Produktivitas curah cair naik dari 105,71 ton per gang per hour (T/G/H) menjadi 115,51 T/G/H, sedangkan curah kering meningkat dari 136,11 T/G/H menjadi 148,93 T/G/H. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin efisiennya proses pelayanan kapal dan penanganan barang di pelabuhan.
Menurut Sutopo, peningkatan efisiensi operasional menjadi fokus utama perusahaan agar pertumbuhan trafik mampu memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa.
"Fokus kami bukan hanya mengejar pertumbuhan volume. Produktivitas dan efisiensi operasi juga harus meningkat sehingga pertumbuhan trafik dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi pengguna jasa dan ekosistem industri," jelasnya.
Saat ini, SPMT Branch Gresik menguasai 100 persen pangsa pasar pelayanan curah kering dan curah cair di Pelabuhan Gresik. Sementara untuk layanan general cargo, pangsa pasarnya mencapai sekitar 71 persen, menjadikan pelabuhan ini sebagai salah satu tulang punggung distribusi logistik kawasan industri Jawa Timur.
Dengan basis industri yang terus berkembang dan tren kunjungan kapal yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir, Pelindo optimistis Pelabuhan Gresik masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.
"Kami optimistis Pelabuhan Gresik masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Dengan ekosistem industri yang terus berkembang, kami ingin memastikan pelabuhan mampu menjadi bagian dari solusi logistik yang efisien, produktif dan kompetitif bagi dunia usaha," pungkas Sutopo.
Editor : Wahyudi