klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

BMKG Catat 623 Gempa Bumi Guncang Jawa Timur Selama Juli 2026, Didominasi Gempa Dangkal

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang mencatat 623 kali gempa bumi di Jawa Timur dan sekitarnya sepanjang Juli 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang mencatat 623 kali gempa bumi di Jawa Timur dan sekitarnya sepanjang Juli 2026.

KLIKJATIM.Com | Malang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Malang mencatat sebanyak 623 kejadian gempa bumi mengguncang wilayah Jawa Timur dan sekitarnya selama periode Juli 2026.

Aktivitas seismik tersebut didominasi oleh gempa bumi dangkal akibat dinamika tektonik di selatan Pulau Jawa serta sesar lokal.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, memaparkan dari total kejadian tersebut, sebanyak 496 gempa merupakan gempa dangkal < 60km dan 127 gempa berkedalaman menengah 60 km - 300 km. Sementara itu, tidak tercatat adanya aktivitas gempa bumi dalam pada periode pengamatan bulan lalu.

"Kejadian gempa bumi disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal," ujar Ricko Kardoso dalam laporan resmi BMKG, Minggu (2/8/2026).

Puncak Frekuensi Kejadian Capai 44 Gempa per HariBerdasarkan data seismogram BMKG, magnitudo terbesar yang tercatat selama Juli 2026 mencapai M4,48, sedangkan magnitudo terkecil berada pada M1,09.

Aktivitas kegempaan harian tertinggi terjadi pada 5 Juli 2026 dengan total 44 kejadian dalam kurun 24 jam. Sebaliknya, frekuensi gempa terendah tercatat pada 23 Juli 2026 dengan sembilan kejadian, menandakan tingkat kerentanan tektonik kawasan Jawa Timur masih relatif dinamis.

Ricko menjelaskan bahwa dominasi gempa dangkal mengindikasikan kuatnya pengaruh aktivitas subduksi di zona megathrust selatan Jawa, yang berinteraksi langsung dengan pergerakan sesar aktif di daratan.

"Dominasi gempa dangkal menunjukkan pengaruh kuat aktivitas subduksi atau pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia di selatan Jawa. Selain itu, sejumlah sesar aktif di Jawa Timur turut berkontribusi terhadap tingginya jumlah kejadian gempa bumi," jelasnya.

Dua Gempa Dirasakan Warga, BMKG Imbau Tetap TenangKendati mencatat hingga ratusan guncangan, sebagian besar gempa tersebut tidak dirasakan oleh masyarakat karena bermagnitudo kecil dan berpusat jauh dari kawasan permukiman.

BMKG mencatat hanya ada dua kejadian gempa bumi yang dirasakan (felt earthquake) oleh warga sepanjang Juli 2026. Hingga laporan diterbitkan, tidak ada laporan dampak kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa dari kedua peristiwa tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh isu hoaks terkait bencana, serta senantiasa memperbarui pengetahuan tentang mitigasi kebencanaan mandiri. Seluruh informasi resmi kegempaan dan cuaca Jawa Timur dapat diakses melalui kanal komunikasi resmi BMKG.

Editor :