klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Bupati Gresik Minta PKK Perkuat Peran Tekan Stunting hingga Anak Putus Sekolah

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
peringatan puncak Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Gresik. (Dok)
peringatan puncak Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Gresik. (Dok)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik menjadikan peringatan puncak Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 sebagai momentum memperkuat peran Tim Penggerak PKK dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya percepatan penurunan stunting dan penanganan anak putus sekolah.

Hal itu disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menghadiri Puncak HKG PKK ke-54 di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Selasa (28/7).

Dalam sambutannya, Bupati Yani mengapresiasi kontribusi para kader PKK yang selama ini dinilai menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berbagai program pemberdayaan keluarga, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan sosial disebut telah memberikan manfaat nyata bagi warga.

"Kami mengapresiasi berbagai capaian yang telah dilakukan Tim Penggerak PKK. Program-program yang dijalankan telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Mudah-mudahan PKK terus konsisten hadir memberikan motivasi dan menjadi penggerak kesejahteraan keluarga di Kabupaten Gresik," ujar Bupati Yani.

Ia menegaskan, tantangan utama yang harus menjadi perhatian seluruh kader PKK saat ini adalah percepatan penurunan angka stunting. Menurutnya, PKK di tingkat desa maupun kecamatan memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak sejak usia dini.

"Fokus kita hari ini adalah penurunan stunting. Saya berharap PKK desa maupun kecamatan terus menggerakkan masyarakat agar memperhatikan pemenuhan gizi anak sejak dini," tegasnya.

Bupati Yani menilai pencegahan stunting dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di lingkungan keluarga, seperti memastikan anak mengonsumsi makanan bergizi setiap hari, termasuk telur, ikan, susu, dan asupan bergizi seimbang lainnya.

"Sebetulnya kalau anak-anak kita ini gemar makan ikan atau mereka mau makan satu butir telur setiap hari, saya yakin anak-anak Gresik bebas dari stunting. Tinggal bagaimana orang tuanya ini lebih kreatif agar anak-anaknya ini mau makan satu butir telur," katanya.

Selain isu stunting, Bupati juga mendorong PKK terus aktif mendukung penanganan anak putus sekolah melalui program pendidikan kesetaraan maupun berbagai kegiatan pemberdayaan keluarga.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Yani turut menyampaikan apresiasi atas sejumlah penghargaan yang diraih Kabupaten Gresik dalam dua hari terakhir. Salah satunya penghargaan dari Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia atas komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak-hak dasar anak pekerja migran, mulai dari identitas, kesehatan, pendidikan hingga perlindungan sosial.

Penghargaan lainnya diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atas inovasi layanan penitipan anak Masmundari. Program tersebut dinilai mampu mendukung keluarga pekerja, terutama pekerja rentan, sekaligus menjadikan Gresik sebagai satu-satunya pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur yang menyediakan layanan penitipan anak secara gratis.

Bupati berharap layanan tersebut terus dikembangkan agar semakin banyak keluarga pekerja yang memperoleh manfaat, seiring dengan karakter Gresik sebagai kawasan industri yang memiliki jumlah pekerja cukup besar.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Yani mengajak seluruh kader PKK, perangkat daerah, organisasi perempuan, serta berbagai elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Gresik.

"Mudah-mudahan kita tidak pernah lelah membantu masyarakat. Semoga berbagai ikhtiar yang kita lakukan mampu menurunkan angka stunting, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mewujudkan keluarga yang semakin sejahtera di Kabupaten Gresik," pungkasnya.

Editor :