KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Wajah baru Alun-Alun Bojonegoro mulai dibangun. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro resmi memulai proyek revitalisasi kawasan ikonik tersebut dengan mengalokasikan anggaran mencapai Rp28 miliar.
Tahapan awal pengerjaan ditandai dengan pemasangan pagar pembatas di sisi utara alun-alun. Area tersebut mulai disterilkan sebagai langkah persiapan pengerjaan konstruksi agar aktivitas proyek berjalan aman serta tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.
Proyek revitalisasi ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026 yang tertuang resmi dalam Keputusan Bupati Bojonegoro Nomor 188/101/KEP/412.013/2026 tertanggal 12 Maret 2026.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Bojonegoro, Satito Hadi, menegaskan bahwa proses revitalisasi tidak akan mengikis fungsi ruang terbuka hijau (RTH) yang selama ini menjadi paru-paru kota.
"Pohonnya tetap dipertahankan," tegas Satito pada Senin (27/7/2026).
Menurut Satito, Pemkab memastikan seluruh pepohonan yang ada tetap dijaga. Konsep penataan yang diterapkan mengedepankan keseimbangan antara pembangunan fisik dan kelestarian lingkungan hidup.
Penataan kawasan ini dirancang dengan tetap mempertahankan karakter Alun-Alun Bojonegoro sebagai ruang publik yang sarat akan nilai sejarah. Sejak dahulu, kawasan ini merupakan pusat aktivitas masyarakat yang berdampingan langsung dengan Masjid Agung Darussalam dan Pasar Kota Bojonegoro.
Oleh sebab itu, pengerjaan proyek tidak hanya berfokus pada modernisasi fisik, melainkan juga merawat identitas kawasan yang telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah Kota Bojonegoro.
"Melalui proyek tersebut, Pemkab berharap Alun-Alun Bojonegoro tampil lebih representatif sebagai ruang publik modern yang nyaman, ramah anak, dan mampu mengakomodasi berbagai aktivitas masyarakat tanpa menghilangkan nilai historis maupun fungsi ekologisnya," pungkas Satito.
Editor : Fatih