KLIKJATIM.Com | Sumenep – Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Madura, dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki aktivitas ekonomi cukup dinamis. Letaknya yang berada di jalur strategis penghubung Kota Sumenep menuju Kalianget menjadikan desa ini berkembang pesat sebagai pusat perdagangan dengan deretan pertokoan yang telah eksis sejak masa awal kemerdekaan.
Selain bergantung pada sektor perdagangan, masyarakat setempat juga menopang perekonomian keluarga melalui berbagai usaha rumahan. Salah satu yang paling menonjol dan legendaris ialah produksi kerupuk pattola, kudapan khas Sumenep yang kini semakin diminati sebagai camilan harian maupun oleh-oleh khas daerah.
Pada Rabu (22/7/2026), aktivitas para perajin tampak padat. Warga sibuk mengolah adonan, mengeringkan, hingga mengemas kerupuk pattola di sejumlah rumah produksi yang tersebar di wilayah Desa Marengan Daya.
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Marengan Daya, Rudi Hariyanto, mengungkapkan bahwa usaha pembuatan kerupuk pattola telah menjadi pilar penting dalam menopang kehidupan ekonomi warga sejak lama.
"Sebagian besar warga kami memang hidup dari berdagang dan memproduksi kerupuk pattola. Ini bukan sekadar mata pencaharian, tapi sudah menjadi identitas ekonomi desa kami secara turun-temurun," ujar Rudi saat dikonfirmasi, Selasa (21/7/2026).
Menurut Rudi, kerupuk pattola buatan perajin Marengan Daya memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, baik dari bentuknya yang unik menyerupai gulungan mi berukuran kecil maupun tampilannya yang memikat. Cita rasa yang gurih dan renyah serta dipatok dengan harga relatif terjangkau membuat permintaan produk ini terus melonjak, baik di pasar lokal Madura maupun luar daerah, terutama saat musim liburan dan momentum hari besar keagamaan.
Meski peluang pasar kian terbuka lebar, para pelaku UMKM di desa tersebut diakui masih menghadapi sejumlah tantangan operasional. Salah satu kendala utamanya yakni proses pengeringan yang masih mengandalkan sinar matahari secara manual, sehingga kuantitas produksi sangat bergantung pada kondisi cuaca. Di samping itu, rantai pemasaran produk mayoritas masih mengandalkan pola konvensional.
"Meskipun potensi pasarnya sangat besar, para pelaku UMKM kerupuk pattola di desa kami masih menghadapi tantangan, khususnya terkait metode pengeringan yang masih sangat bergantung pada cuaca (sinar matahari), serta jangkauan pemasaran yang sebagian besar masih bersifat konvensional," jelas Rudi.
Guna mendongkrak daya saing perajin lokal, Pemerintah Desa Marengan Daya mulai menginisiasi pendampingan modernisasi usaha, seperti mendorong penggunaan alat pengering berbasis teknologi serta memfasilitasi pelatihan pemasaran digital (digital marketing).
"Langkah ini diharapkan dapat membantu para perajin menjaga stabilitas produksi sepanjang tahun, sekaligus memperluas jangkauan pasar kerupuk pattola Desa Marengan Daya hingga ke luar Madura secara lebih masif," pungkasnya.
Sebagai informasi, Desa Marengan Daya memiliki bentang wilayah seluas kurang lebih 95 hektare (0,95 km²). Berjarak sekitar 5 hingga 6 kilometer dari pusat Pemerintahan Kabupaten Sumenep, desa ini terbagi dalam tiga wilayah administratif dusun, yakni Dusun Masjid, Dusun Pasar, dan Dusun Perumahan.
Editor : Fatih