KLIKJATIM.Com | KOTAWARINGIN TIMUR – PT Pelindo Terminal Petikemas memperkuat penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan menggelar kegiatan Ngobrol Santai (Ngobras) Keselamatan dan Safety Induction bertema bahaya blind spot di Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang dan TPK Bumiharjo, Jumat (10/7).
Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesadaran pekerja dan seluruh pemangku kepentingan terhadap potensi bahaya titik buta (blind spot) di area operasional pelabuhan, terutama saat alat berat maupun kendaraan operasional sedang bergerak.
Peserta yang terdiri atas operator alat berat, pengemudi truk logistik, Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), pengguna jasa, hingga personel terminal mendapatkan pembekalan mengenai titik buta pada alat berat, prosedur komunikasi yang aman, pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta simulasi menjaga jarak aman saat alat beroperasi.
Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, Akhmad Fajar, mengatakan keselamatan kerja harus menjadi budaya yang diterapkan dalam setiap aktivitas operasional di lingkungan pelabuhan.
Menurutnya, keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, pihaknya ingin membangun kesadaran seluruh insan pelabuhan agar saling mengingatkan dan saling melindungi sehingga operasional terminal dapat berlangsung aman dan lancar.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Wakapolsek Pelabuhan Mentaya, A. Istajib, mengingatkan bahwa keselamatan kerja tidak hanya menjadi tanggung jawab Pelindo, tetapi juga seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan pelabuhan. Ia mengimbau para pekerja dan pengguna jasa untuk selalu mematuhi prosedur keselamatan, termasuk menggunakan APD sesuai ketentuan.
Dukungan serupa disampaikan Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Kalimantan Tengah, Mardyanto. Ia menilai edukasi keselamatan menjadi langkah penting dalam memperkuat budaya K3 di lingkungan pelabuhan. Pihaknya juga akan terus mengingatkan perusahaan anggota dan para pengemudi agar mematuhi seluruh aturan keselamatan selama berada di area pelabuhan.
Sementara itu, Pengurus Koperasi TKBM Samudera Mulya Kumai, Idris, mengaku kegiatan tersebut memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai risiko blind spot sehingga pekerja semakin waspada menjaga jarak aman dari alat berat dan mematuhi prosedur kerja.
Hal senada disampaikan Pengurus Koperasi TKBM Karya Bahari Sampit, Nurhadi. Menurutnya, budaya keselamatan harus menjadi kebutuhan setiap pekerja, bukan sekadar memenuhi aturan. Semakin sering edukasi dilakukan, semakin tinggi pula kesadaran pekerja untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja.
Melalui kegiatan Ngobras Keselamatan dan Safety Induction ini, PT Pelindo Terminal Petikemas berharap budaya saling mengingatkan serta kepedulian terhadap keselamatan kerja terus tumbuh sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan dan operasional pelabuhan berjalan lebih aman serta produktif.Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi yang lebih ringkas dan bergaya khas media online.
Editor : Abdul Aziz Qomar