KLIKJATIM.Com | Banyuwangi - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi memanen jagung manis dan cabai di Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi, Kelurahan Pakis, Senin 6 Juli 2026. Panen tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan.
Panen dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur Kusnali, didampingi Kepala Balai Pemasyarakatan Jember dan Kepala Lapas Lumajang.
Kepala Lapas Banyuwangi Solichin mengatakan jagung manis ditanam di lahan seluas 4.000 meter persegi dengan potensi hasil mencapai 3 ton. Sementara cabai rawit dan cabai hijau dibudidayakan di lahan seluas 3.000 meter persegi.
"Jagung manis yang ditanam kami proyeksikan hasil totalnya bisa mencapai hingga 3 ton. Sementara untuk cabai ditanam di lahan seluas 3.000 meter persegi," ujar Solichin, Senin 6 Juli 2026.
Ia menjelaskan, panen perdana cabai diperkirakan menghasilkan sekitar 50 kilogram. Proses panen akan terus dilakukan secara bertahap sesuai masa petik.
Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Timur Kusnali mengatakan program tersebut merupakan implementasi program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan yang sejalan dengan kebijakan pemerintah.
"Ini implementasi nyata dari program ketahanan pangan yang masuk dalam 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, sekaligus menyukseskan Asta Cita Presiden Republik Indonesia," kata Kusnali.
Menurutnya, kegiatan pertanian di Lapas tidak hanya mendukung ketersediaan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki bekal saat kembali ke masyarakat.
Kusnali juga mengapresiasi pengelolaan Lahan SAE Paswangi seluas 2,2 hektare yang dinilai dimanfaatkan secara optimal.
"Saya sangat mengapresiasi karena di Lahan SAE Paswangi ini tidak ada lahan yang nganggur, semuanya dimanfaatkan secara maksimal," ujar Kusnali.
Editor : Wahyudi