KLIKJATIM.Com | Sidoarjo -Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mempercepat persiapan pembangunan Flyover Gedangan sebagai solusi mengurai kemacetan di jalur nasional kawasan Gedangan. Saat ini, proses pembebasan lahan terus dikebut setelah dokumen perencanaan dan detail engineering design (DED) dinyatakan rampung.
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan pemerintah daerah terus mengawal setiap tahapan agar pembangunan jembatan layang tersebut dapat direalisasikan pada 2027. Menurut dia, proses penilaian atau appraisal lahan ditargetkan selesai pada Juli 2026 sehingga pembayaran ganti rugi dapat dilakukan mulai Agustus mendatang.
"Perencanaan sudah, DED juga sudah. Proses pembebasan lahan sedang berjalan dan sosialisasi kepada masyarakat juga telah dilakukan," kata Subandi usai paparan desain Flyover Gedangan di Opsroom Pemkab Sidoarjo.
Subandi mengungkapkan, Pemkab telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 miliar melalui APBD 2026. Sementara kebutuhan pembebasan lahan diperkirakan mencapai sekitar Rp400 miliar dan akan diupayakan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026. Ia optimistis seluruh lahan dapat diselesaikan hingga akhir tahun sehingga proyek bisa segera memasuki tahap konstruksi.
Sementara itu, Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo M. Mahmud menjelaskan masih terdapat sejumlah aspek teknis yang perlu dimatangkan bersama pihak terkait, termasuk PT KAI dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
Pembahasan meliputi penyesuaian desain di sekitar Stasiun Gedangan, pelebaran jalur putar balik untuk kendaraan besar, hingga penyesuaian tinggi flyover seiring rencana jalur kereta ganda (double track) pada 2029.
"Kami juga mengusulkan agar bagian bawah flyover ditambah taman-taman sehingga terlihat lebih estetik dan hijau," ujar Mahmud.
Dalam proyek tersebut, sebanyak 105 bidang tanah akan dibebaskan. Jalur Flyover Gedangan direncanakan membentang dari kawasan dekat Bank BCA di sisi utara hingga mendekati pertigaan Puri Surya Jaya. Pemerintah berharap kehadiran infrastruktur ini mampu mengurangi kepadatan lalu lintas yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan utama di Kabupaten Sidoarjo.
Editor : Ratno