klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Vakum 25 Tahun, Serversick Bangkit Lewat Album “Distorsi Panggung Perak”

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Konferensi Pers Band Metalcore Jember Serversick di Jember. (Hatta/Klikjatim.com)
Konferensi Pers Band Metalcore Jember Serversick di Jember. (Hatta/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Jember – Band metalcore legendaris asal Jember, Serversick, resmi menandai kebangkitannya ke skena musik underground setelah vakum selama kurang lebih 25 tahun. Momentum comeback itu ditandai melalui peluncuran album penuh perdana bertajuk “Distorsi Panggung Perak”.

Peluncuran album diumumkan dalam konferensi pers yang digelar di Cafe Shata Space, Jalan Tidar, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Minggu (24/5/2026) malam. Acara tersebut dihadiri puluhan musisi dan pegiat musik keras Jember yang selama ini mengikuti perkembangan skena metalcore lokal.

Band yang terbentuk pada awal 2000-an itu dikenal sebagai salah satu kelompok musik yang turut mewarnai perkembangan skena hardcore dan metalcore Jember di masa awal kebangkitan musik underground.

Vokalis Serversick, Dwi Wahyu Cahyono atau Wiwid Corenk, mengaku perjalanan panjang bandnya penuh dinamika. Kesibukan pekerjaan, keluarga, dan aktivitas pribadi membuat Serversick perlahan vakum dan nyaris tenggelam dari panggung musik underground.

“Band ini sebenarnya sempat saya kira mati. Tapi akhirnya kami merasa masih ada sesuatu yang belum selesai dan harus dituntaskan,” ujar Corenk.

Setelah lebih dari dua dekade, Serversick akhirnya memutuskan kembali aktif sejak pertengahan 2024 dengan mulai menggarap materi baru sekaligus mengaransemen ulang sejumlah lagu lama mereka.

Album “Distorsi Panggung Perak” dijadwalkan rilis di seluruh Digital Streaming Platform (DSP) pada Senin, 25 Mei 2026. Selain format digital, album tersebut juga akan tersedia dalam versi kaset pada pertengahan Juni mendatang.

Serversick kini diperkuat oleh Wiwid Corenk (vokal), De2n (gitar), Marmuchan (gitar), dan Kiki Rooster (drum). Menurut Corenk, album tersebut menjadi refleksi perjalanan panjang mereka selama lebih dari 20 tahun di dunia musik metalcore.

“Ada eksplorasi sound baru, penyesuaian musikal, dan beberapa lagu baru yang belum pernah dirilis sebelumnya,” katanya.

Sebelum merilis album penuh, Serversick lebih dulu meluncurkan tiga single sepanjang 2025, yakni “Tanah Pembuangan”, “Dalam Kosong”, dan “Bias Hitam”. Ketiga lagu itu merupakan materi lama yang direkonstruksi ulang dengan pendekatan musik yang lebih modern dan agresif.

Gitaris Serversick, De2n, mengatakan perubahan karakter musik menjadi bagian penting dalam proses kreatif album terbaru mereka. Jika dahulu identik dengan nuansa nu metal khas awal 2000-an, kini Serversick hadir dengan warna musik yang lebih gelap, berat, dan emosional.

“Bangunan lagu dan sound berubah cukup drastis. Atmosfer musiknya sekarang terasa lebih gelap dan agresif,” ujar De2n.

Album “Distorsi Panggung Perak” berisi sembilan lagu yang mengangkat tema besar tentang kehancuran, kesuraman, dan keresahan terhadap modernisme yang dianggap mulai mengikis nilai-nilai lama.

Dalam proses produksinya, Serversick juga melibatkan sejumlah musisi lama di skena underground Jember, seperti Tety Kurniyawati, Sandra NBHC, Rayen Second Story, hingga Opex Ratmi B29.

Selain itu, gitaris blues senior Jember, Decky Zulkarnaen, turut mengisi solo gitar dalam lagu “Bunuh Diri Sempurna”, sementara Jenar ObZen ikut berkolaborasi di lagu “Sketsa Visual”.

Kembalinya Serversick mendapat sambutan positif dari para pegiat musik metal Jember. Kehadiran mereka dianggap menjadi penanda bahwa skena musik keras di Jember masih hidup dan terus berkembang lintas generasi.

Tak berhenti di album perdana, Serversick juga memastikan tengah menyiapkan extended play (EP) terbaru yang direncanakan rilis pada akhir 2026.

Editor :