klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Seorang Kiai Dilaporkan Cabuli Santri Laki-laki ke Polres Ponorogo

avatar Fauzy Ahmad
  • URL berhasil dicopy
Tangkapan layar kiai cabut saat diamankan kan polisi
Tangkapan layar kiai cabut saat diamankan kan polisi

KLIKJATIM.Com | Ponorogo  - Seorang kiai di Kecamatan Jambon, Ponorogo dilaporkan mencabuli 11 santri laki-laki. Korban  6 di antaranya masih anak-anak. Pencabulan itu diduga telah dilakukan menahun.

Pengacara korban, Muhammad Ihsan Nurul Huda mengatakan praktik bejat tersebut telah berlangsung sejak tahun 2017. Hal ini didasarkan pada pengakuan para korban.

"Modusnya para santri ini biasanya dipanggil satu-satu kemudian disuruh memijat Kiai. Para santri ini tertarik mondok, karena sekolahnya gratis," jelas Ihsan, Senin (18/5/2026).

Saat ini, ada 19 santri laki-laki dan 18 santri perempuan yang bermukim di dalam pondok. Pengakuan para korban, hanya santri laki-laki saja yang mendapat perlakuan asusila sedang santri perempuan mengalami kekerasan fisik.

"Santri perempuan tidak pernah mendapat kekerasan seksual, tapi mendapat kekerasan fisik," tambah Ihsan.

Adanya kasus ini, lanjut Ihsan, membuat pihak keluarga korban tidak terima dan ingin melanjutkan kasus ini ke ranah hukum. Apalagi ada korban yang masih di bawah umur.

"Korban ini berasal dari Ponorogo ada, dari Jawa Tengah juga ada. Pihak keluarga tidak terima atas kejadian ini dan ingin melanjutkan ke ranah hukum," tandas Ihsan.

Sebelumnya, seorang kiai Pondok Pesantren (Ponpes) di Jambon, Ponorogo dilaporkan atas dugaan pencabulan sejumlah santri laki-laki. Atas laporan tersebut, polisi kini telah menyelidiki laporan.

Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali membenarkan adanya laporan dugaan pencabulan tersebut. Kasus itu terungkap setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat.

"Benar, kami mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur di Ponorogo," kata Imam, Senin (18/5/2026).

Editor :