klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Muscab X PPP Jember Perkuat Konsolidasi dan Regenerasi, Tampil Kasual Jadi Simbol Rebranding

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Suasana Giat Muscab X DPC PPP Jember. (Hatta/Klikjatim.com)
Suasana Giat Muscab X DPC PPP Jember. (Hatta/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Jember – Musyawarah Cabang (Muscab) X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jember menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan sekaligus memperkuat konsolidasi internal partai menjelang kontestasi politik 2029.

Kegiatan yang dihadiri jajaran pengurus dari tingkat cabang hingga wilayah ini tidak hanya membahas estafet kepemimpinan, tetapi juga merumuskan strategi pemenangan dengan menitikberatkan pada penguatan mesin partai dan regenerasi kader, khususnya dari kalangan generasi muda.

Ketua DPC PPP Jember, KH Madini Farouq, menjelaskan bahwa Muscab memiliki mekanisme berbeda dari pemilihan pada umumnya. Forum tersebut tidak secara langsung memilih ketua, melainkan menetapkan tujuh orang tim formatur yang terdiri dari unsur pengurus harian DPC, perwakilan PAC, serta formatur dari DPW dan DPP.

“Muscab PPP tidak memilih ketua, tetapi memilih formatur. Tujuh orang inilah yang nantinya menyusun kepemimpinan, sehingga tidak ada tahapan pencalonan,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Gus Mamak itu menegaskan, isu kandidat yang beredar di luar forum belum tentu menjadi keputusan final. Ia menyebut, Muscab diawali dengan evaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan arah kebijakan strategis partai.

Dalam forum tersebut, konsolidasi organisasi menjadi fokus utama. Tahapan ini akan berlanjut secara berjenjang melalui Musyawarah Anak Cabang di tingkat kecamatan hingga Musyawarah Ranting di tingkat desa.

Langkah tersebut dinilai krusial untuk memperkuat struktur partai hingga akar rumput, sekaligus menghadapi tahapan verifikasi faktual menjelang Pemilu 2029.

Wakil Ketua OKK DPW PPP Jawa Timur, Nur Hasan, menegaskan bahwa Muscab merupakan bagian dari upaya memperkuat soliditas internal partai di tengah dinamika politik daerah.

Ia menyebut Jember sebagai salah satu barometer politik di Jawa Timur.

“Agenda Muscab ini adalah evaluasi dan konsolidasi agar mesin partai lebih solid dan mampu menangkap dinamika di Kabupaten Jember. Kami melihat potensi Jember cukup besar sebagai parameter Jawa Timur,” katanya.

Lebih lanjut, Nur Hasan mengungkapkan bahwa PPP menargetkan peningkatan signifikan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029. Dari lima kursi yang saat ini dimiliki di DPRD Jember, PPP membidik minimal 10 kursi.

Untuk mencapai target tersebut, ia menekankan perlunya kerja politik yang tidak biasa.

“Kami harus bekerja secara luar biasa. Jika hanya bekerja biasa, akan sulit meningkatkan elektoral, apalagi saat ini PPP belum memiliki perwakilan di Senayan,” tegasnya.

Strategi pemenangan juga diarahkan pada pendekatan inklusif dengan merangkul berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan seperti HMI, PMII, GMNI, hingga IMM.

Selain itu, tokoh-tokoh kultural dinilai tetap menjadi kekuatan penting yang tidak boleh ditinggalkan, mengingat PPP memiliki sejarah panjang sebagai hasil fusi empat partai Islam pada 1973 yang berbasis jaringan keumatan.

Di sisi lain, regenerasi kader menjadi perhatian serius dalam Muscab kali ini. Gus Mamak menyampaikan bahwa kaderisasi akan diperkuat melalui program Latihan Kepemimpinan Kader Dasar (LKKD) yang diperluas hingga tingkat daerah pemilihan dengan melibatkan peserta dari setiap desa.

“Kami menyiapkan kader-kader muda untuk masa depan PPP. Ini bagian dari strategi jangka panjang menghadapi 2029,” ujarnya.

PPP juga berupaya melakukan rebranding agar lebih dekat dengan generasi muda. Hal tersebut ditunjukkan melalui pendekatan komunikasi yang lebih terbuka, termasuk simbolik gaya penampilan yang lebih kasual.

“Kami ingin menunjukkan bahwa PPP bukan hanya partainya orang tua, tetapi juga anak muda. Usia bukan soal angka, melainkan bagaimana kita berkarya dan memberi manfaat,” kata Gus Mamak.

Editor :