klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Hardiknas 2026: Program Perintis dan Aksi Biru Jadi Senjata Lamongan Tingkatkan IPM di Atas Rata-Rata Nasional

avatar Rozy
  • URL berhasil dicopy
Lewat Program Perintis dan Aksi Biru, IPM Lamongan sukses tembus 76,80—melampaui rata-rata Jawa Timur dan Nasional.
Lewat Program Perintis dan Aksi Biru, IPM Lamongan sukses tembus 76,80—melampaui rata-rata Jawa Timur dan Nasional.

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkokoh pondasi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penguatan sektor pendidikan. Memanfaatkan momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Pemkab Lamongan menegaskan keberhasilan Program Pendidikan Terintegrasi dan Gratis (Perintis) serta Gerakan Aksi Bersama Integrasi Penuntasan Anak Tidak Sekolah (Aksi Biru) dalam memperluas akses pendidikan.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat memimpin Upacara Hardiknas 2026 di Alun-Alun Lamongan, Sabtu (2/5). Dalam kesempatan tersebut, Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti, yang menekankan program deep learning sebagai prioritas mutu pendidikan nasional.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lamongan, kami mengucapkan selamat Hari Pendidikan Nasional. Momentum ini diharapkan semakin memperkokoh komitmen kita dalam memajukan pendidikan sebagai pondasi utama pembangunan SDM,” tutur Pak Yes.

Pak Yes memaparkan bahwa langkah nyata Pemkab Lamongan melalui Program Perintis kini telah menjangkau lebih dari 7.598 penerima manfaat setiap tahunnya, mulai dari jenjang SD hingga S2. Program ini kian inklusif dengan hadirnya inovasi Gardu Getar Desa (Gerakan Terpadu Gerobak Kesetaraan) yang telah merangkul 2.276 warga belajar melalui jalur Paket A, B, dan C.

Selain itu, melalui Gerakan Aksi Biru, Pemkab Lamongan sukses menekan angka anak tidak sekolah secara signifikan. Dari 7.553 anak pada Juni 2025, kini menyusut menjadi 6.439 anak.

Keberhasilan ini berdampak langsung pada meroketnya indikator pendidikan Lamongan tahun 2025. Dimana Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 76,80 (Di atas rata-rata Jatim dan Nasional),  harapan lama sekolah menjadi 14,4 tahun, rata-rata lama sekolah 8,73 tahun, dan indeks pendidikan mencapai 0,861.

Selaras dengan arah kebijakan nasional, Pemkab Lamongan juga fokus pada peningkatan kesejahteraan guru melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) serta penguatan karakter berbasis numerasi dan STEM di ruang-ruang kelas.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Hariyanto, menjelaskan bahwa Hardiknas 2026 mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Rangkaian peringatan ini tidak berhenti di upacara saja, namun akan berlanjut dengan berbagai agenda besar.

“Kami akan menggelar pameran pendidikan pada 22–24 Mei di Lapangan Gajah Mada, serta Gebyar PAUD pada 30 Juni mendatang sebagai bentuk tasyakuran dan ruang kreativitas insan pendidikan,” pungkas Hariyanto. 

Editor :