klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Produksi Gula Nasional 2026 Diproyeksikan Tembus 3,04 Juta Ton, Berpotensi Surplus untuk Konsumsi

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Keterangan : Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Kementerian Pertanian Dr. Abdul Roni Angkat, didampingi Direktur Utama PT SGN Mahmudi.
Keterangan : Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Kementerian Pertanian Dr. Abdul Roni Angkat, didampingi Direktur Utama PT SGN Mahmudi.

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Sektor pergulaan nasional menunjukkan tren positif pada tahun 2026. Berdasarkan hasil pertemuan taksasi awal giling Gula Kristal Putih (GKP) yang digelar bersama seluruh pabrik gula se-Indonesia di Surabaya, Jumat (17/04), produksi gula nasional diproyeksikan mencapai 3,04 juta ton.

Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting untuk memetakan kondisi tebu nasional dengan luas areal panen mencapai 576.538 hektare. Dari sisi produktivitas, rata-rata hasil GKP diperkirakan sebesar 5,28 ton per hektare dengan rata-rata rendemen nasional mencapai 7,45 persen.

Dengan total proyeksi 3,04 juta ton, produksi tahun ini diperkirakan mampu melampaui kebutuhan gula konsumsi masyarakat yang berada di kisaran 2,8 juta ton, sehingga terdapat potensi surplus sekitar 0,2 juta ton untuk kebutuhan rumah tangga.

Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Kementerian Pertanian, Dr. Abdul Roni Angkat, menyampaikan bahwa capaian ini adalah sinyal positif bagi stabilitas pasokan dan harga gula dalam negeri.

“Surplus untuk kebutuhan konsumsi menunjukkan bahwa program peningkatan produktivitas tebu dan perbaikan kinerja industri gula mulai memberikan hasil nyata. Capaian ini didorong berbagai intervensi pemerintah, mulai dari bongkar ratoon, penggunaan varietas unggul, hingga pendampingan petani,” ujar Dr. Abdul Roni Angkat.

Meski demikian, tantangan besar masih membayangi sektor industri yang membutuhkan pasokan gula hingga 3,4 juta ton pada tahun 2026. Dr. Abdul Roni menekankan perlunya modernisasi pabrik dan perluasan areal tanam untuk mendukung sektor manufaktur.

Sejalan dengan visi tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa swasembada gula adalah harga mati. Berdasarkan Perpres 40 Tahun 2023, pemerintah menargetkan produksi gula nasional terus digenjot hingga mencapai 3,27 juta ton pada tahun 2027.

“Swasembada gula adalah keharusan. Pemerintah fokus meningkatkan produksi tebu, memperluas areal, menyediakan benih unggul, serta melakukan modernisasi industri gula,” tegas Mentan Andi Amran Sulaiman dalam arahannya.

Melalui sinergi antara pemerintah, BUMN, swasta, dan petani tebu, proyeksi peningkatan produksi pada 2026 ini diharapkan menjadi pijakan kuat bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tebu di seluruh pelosok negeri.

Editor :