klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kepala BKPSDM Gresik Polisikan Pemalsuan SK PPPK Dalam Kasus Penipuan Berkedok Rekrutmen ASN

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Kepala BKPSDM Pemkab Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo saat melayangkan laporan ke Polres Gresik (Dok)
Kepala BKPSDM Pemkab Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo saat melayangkan laporan ke Polres Gresik (Dok)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo, resmi melaporkan dugaan pemalsuan dokumen Surat Keputusan (SK) Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mencatut namanya ke pihak kepolisian.

Pemalsuan SK ini berhubungan dengan penipuan berkedok rekrutmen ASN di Kabupaten Gresik yang mencuat beberapa hari lalu.

Agung datang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Gresik pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Ia didampingi Kepala Bagian Hukum Pemkab Gresik, Muh Rum Pramudya, serta sejumlah staf yang turut membawa dokumen pendukung.

Setibanya di lokasi, Agung langsung menjalani pemeriksaan terkait laporan dugaan pemalsuan tersebut.

“Ini terkait dugaan pemalsuan dokumen SK ASN, termasuk tanda tangan saya yang juga dipalsukan,” ujar Agung kepada wartawan.

Ia menjelaskan, laporan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil investigasi internal BKPSDM. Dalam pemeriksaan awal, ditemukan sedikitnya enam dokumen palsu yang berkaitan dengan SK pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). SK tersebut diserahkan kepada korban penipuan berkedok rekrutmen ASN.

“Hasil penelusuran internal kami menemukan enam dokumen palsu yang mengatasnamakan Pemkab Gresik, khususnya terkait SK PPPK,” jelasnya.

Agung menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen ASN dilakukan secara resmi dan transparan melalui kanal pemerintah, termasuk situs resmi dan tahapan seleksi yang ketat.

“Rekrutmen ASN tidak dilakukan secara sembarangan. Semua melalui prosedur resmi, mulai dari pendaftaran hingga seleksi,” tegasnya.

Terkait pelaku, Agung belum membeberkan identitas pihak yang diduga terlibat. Namun, sejauh ini sudah ada sedikitnya sembilan orang korban yang dimintai keterangan oleh pihak BKPSDM.

Ia menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan kasus kepada aparat kepolisian, sekaligus menyatakan dukungan penuh terhadap penegakan hukum.

“Kami serahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib dan mendukung penuh proses hukum yang berjalan,” tandasnya.

Agung juga mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban untuk segera melapor agar kasus ini dapat ditangani secara tuntas.

"Kami berharap para korban segera melapor ke Polres Gresik agar tidak ada lagi pihak yang dirugikan dan kasus ini bisa segera diselesaikan,” pungkasnya.

Editor :