klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Capaian Drastis Penurunan Stunting, Lamongan Jadi Tujuan Kaji Tiru Kabupaten Banjar dan Kota Salatiga

avatar Rozy
  • URL berhasil dicopy
Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Lamongan, menerima langsung kunjungan kerja dari dua daerah sekaligus.
Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Lamongan, menerima langsung kunjungan kerja dari dua daerah sekaligus.

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Keberhasilan Kabupaten Lamongan dalam menekan angka prevalensi stunting secara signifikan menarik perhatian daerah lain. Dari angka 27,5 persen pada tahun 2022, Lamongan sukses melakukan lompatan besar hingga mencapai 6,9 persen di tahun 2024. Prestasi ini menjadikan Lamongan sebagai rujukan nasional untuk pelaksanaan kaji tiru percepatan penurunan stunting.

Pada Kamis (9/4), Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Lamongan, menerima langsung kunjungan kerja dari dua daerah sekaligus. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Banjar, Said Idrus Al-Habsy, dan Wakil Walikota Salatiga, Nina Agustin, bertempat di Ruang Kerja Wakil Bupati.

Dalam pertemuan tersebut, pria yang akrab disapa Mas Dirham ini memaparkan berbagai inovasi strategis yang menjadi kunci sukses Lamongan.

Program-program unggulan tersebut meliputi pendampingan kader secara intensif, Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), Gerakan 1-10-100, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), Gerakan Ferrameg (FE Hari Rabu Megilan), hingga Sadel Cepak (Desa Model untuk Pencegahan Perkawinan Anak).

Mas Dirham menekankan bahwa kunci utama dari penurunan angka ini bukan hanya pada program, melainkan pada sinergi lintas sektor yang kuat.

"Tentu untuk keberhasilan program-program ini juga butuh kerjasama yang baik dari berbagai pihak, dengan pemerintah desa, dengan pengusaha juga yang bisa diajak sebagai salah satu orang tua asuh. Perlu terus dipantau dan dilakukan evaluasi, dimapping juga karena kadang bisa salah sasaran," terang Mas Dirham.

Lebih lanjut, ia menceritakan pengalamannya terlibat langsung sebagai orang tua asuh. Menurutnya, pemantauan data secara real-time menjadi krusial agar intervensi yang diberikan benar-benar berdampak pada kondisi fisik anak.

"Jadi ada laporannya, saya juga masih memperoleh laporan terkait penambahan atau pengurangan berat badan hingga tinggi badan anak asuh stunting saya. Perlu komitmen bersama, semoga apa yang kami bagikan hari ini dapat menjadi best practices yang bisa pula dilaksanakan di wilayah Bapak/Ibu dan dapat berdampak pada penurunan angka stunting," imbuhnya.

Kunjungan kaji tiru ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antar daerah dalam mencapai target nasional penurunan stunting, dengan mengadaptasi pola-pola sukses yang telah diterapkan di Kabupaten Lamongan.

Editor :